4 x 6 atau 6 x 4 ?

..

.

Anak saya NOEL mengalami hal yang sama dengan Habibi.

Dapat soal matematika 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 = 4 x 6 = 24 SALAH. Yang BETUL adalah 6 x 4 = 24.

.

Masih ada beberapa soal yang seperti itu. Nilainya juga jadi jelek. Saya yang ngajarin sempat mengernyitkan kening, ini kenapa salah ? Maksud gurunya maunya seperti apa ? Melihat dari jawaban yang betul, akhirnya saya menebak-nebak maksudnya bukan 4×6, tapi 6×4.

Anak saya protes, emangnya knapa kalau jawab 4 x 6 saja ? kan sama saja jawabannya 24 ?

Nggak tau lah, sudah , tulis aja kayak gitu. Kalau soalnya 4+4+4+4+4+4, tulisnya angka 4 nya belakangan, tulis dulu ada berapa jumlah angka 4 nya. Jadi 6 x 4, jangan dibalik-balik.

.

Yaelaaaahh . . . nih pa, kalo 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4 enaknya tulis dulu angka 4 nya, baru tulis ada berapa angka 4, jadinya 4 x6

.

Kalo 6 + 6 + 6 + 6 + 6 tulis dulu angka 6 nya, baru tulis angka 6 nya ada berapa, jadi 6 x 5, gituuu . . .

.

Anak saya menggerutu. Repot amat sih 4 x 6, 6 x 4, kenapa sih pake ditulis-tulis kayak gitu. Mendingan 4+4+4+4+4+4 langsung saja 24, nggak usah pake 4 x 6 atau 6 x 4 segala.

Kalau mau penjumlahan, ya penjumlahan aja, mau berapa aja ntar Noel jumlahkan. Kalau mau perkalian ya perkalian aja. Dicampur-campur gini malah jadi bingung, maunya apa sih, hasilnya juga sama kok, disalahin.

4+4+4+4+4+4 = 24

4 x 6 = 24

6 x 4 = 24

Bikin soal kayak gitu aja, jadinya kan nilainya Noel 100

.

Katanya Kurikulum 2013 itu untuk mengeksplore nalar, logika dan kreativitas anak.

Kalau logika anak 4 x 6 dan bukan 6 x 4, kenapa pula logika nya harus dimatikan ?

Sebenernya saya nggak tega memaksakan logika aneh, 4 x 6 tidak sama dengan 6 x 4.

Logika tersebut hanya bisa dicerna oleh calon doktor fisika matematika .

.

.

Logika Anak Berbeda Dengan Logika Doktor Fisika