1234

Beberapa bulan yang lalu, Kepala Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Ronny Frengky Sompie mengatakan, Polisi Wanita (Polwan) harus menggunakan seragam yang sama sehingga tidak dapat mengenakan jilbab, kecuali mereka yang bertugas di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Hal itu diatur dalam Surat Keputusan (SK) Kapolri No Pol: Skep/702/IX/2005, tentang sebutan penggunaan pakaian dinas seragam Polri dan PNS polisi, sumber : http://www.kompas.com tanggal 14 Juni 2013. Tak kurang pula Wakapolri Bpk.Nanan Sukarna menyatakan : “Mau pakai jilbab, berhenti saja jadi polisi”, sumber : http://www.islampos.com tanggal 15 Juni 2013. Hal ini akhirnya mendapatkan reaksi hangat dikalangan masyarakat pada waktu itu, banyak yang tidak setuju atas larangan berjilbab Polwan tersebut karena dianggap melanggar hak azazi manusia. Tak kurang pula pihak MUI rencananya akan membawa kasus larangan berjilbab itu ke Mahkamah Konstitusi, sumber : http://www.republika.co.id tanggal 05 Juni 2013.

—–

Berita baik telah kita terima, hal ini ditegaskan oleh Kapolri yang baru Bpk.Sutarman pada acara “Silaturahmi Kapolri dengan Insan Pers” di Ruang Rupatama Mabes Polri, Selasa (19/11/2013) dengan memberikan kelonggaran izin kepada Polwan yang ingin mengenakan jilbab dengan catatan ciri dan warnanya menyerupai dengan seragam Polwan berjilbab seperti di Aceh. “Kalau memang seseorang ingin pakai jilbab, itu silahkan, tapi mengadakan sendiri. Contohnya yang di Aceh. Warnanya disesuaikan sehingga tidak menjadi belang-belentong,” ujarnya, sumber : http://www.suarapembaharuan.com tanggal 20 Nopember 2013.

—–

Walaupun belum ada aturan resmi yang ditetapkan karena terkait dengan masalah anggaran Polri untuk hal tersebut, sebetulnya sudah ada lampu hijau bagi para Polwan untuk mulai mengenakan jilbab dalam melakukann tugas kedinasan, memang ada beberapa Kapolres yang belum berani memberlakukan hal tersebut dilingkungan kedinasannya, masih menunggu aturan berupa Skep yang baru tentang pakaian tersebut muncul secara resmi. Kita harapkan mudah-mudahan aturan tersebut akan segera dikeluarkan Kapolri secepatnya dalam waktu yang tidak terlalu lama.

—–

Penulis adalah salah satu pendukung tidak dilarangnya jilbab dilingkungan Polri (Polwan), hal ini penulis salurkan melalui komentar di Youtube. Penulis cuma merasa janggal, kenapa di negara Eropa seperti Swedia dan Inggris itu polisi wanitanya boleh pakai jilbab sedangkan mereka adalah negara muslim minoritas, sebaliknya Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia (mayoritas), ironis memang, perlakuan ini semestinya terbalik dari kenyataan di negara Eropa tersebut.

—–

Dengan adanya izin dari Kapolri tersebut, bagi para Polwan ini seperti kita ketiban rezeki disiang bolong, karena banyak diantara para Polwan itu sudah sangat berkeinginan sekali untuk memakai jilbab, sesungguhnya dengan memakai jilbab tidak akan mengganggu apapun aktivitas kedinasan yang akan dilakukan Polwan, disamping itu dengan berjilbab hakekatnya akan menambah wibawa bagi Polwan itu sendiri dihadapan masyarakat, dengan kata lain kita akan menjadi lebih segan dan menjadi lebih menghormati lagi.