Merdeka.com – Adakah bisnis tanpa modal? Tidak ada. Meskipun idenya cemerlang sedikitnya harus ada modal untuk bisa memulai bisnis yang sukses. Tetapi bukan berarti Anda harus punya modal untuk sukses dalam berbisnis. Sebagai contoh : tiket.com. Coba buka, dan lihat apa yang mereka kerjakan. Ada mungkin di antara kita yang bilang: Ah ini kan cuma jualan tiket, apa susahnya?

Saya ingin mengangkat tiket.com (baca : tiket dot com) dalam tulisan ini karena saya ingin memberikan inspirasi buat orang muda. Banyak orang muda yang ingin jadi PNS, tidak ada salahnya jadi PNS, itu bagus. Tetapi kalau ada anak muda yang ingin punya cita-cita membangun sesuatu yang berguna buat negeri ini, itu akan mulia, karena akan memberi lapangan pekerjaan untuk orang lain. Yang dimaksud membangun itu bukan hanya membangun infrastruktur yang maha besar, jangan muluk-muluk mikirnya. Membangun sesuatu yang simpel untuk orang menghemat waktu, itu sudah sangat berguna.

Sebagai contoh: Tiket.com membantu pelanggannya untuk booking tiket, dengan hemat waktu. Sebenarnya idenya sederhana, booking tiket biasanya melalui travel agent, tapi kita harus berangkat ke kantor travel agent dan duduk menunggu di sana. Kalau kita beruntung sejam kemudian semua tuntas. Inilah yang ingin di-crack oleh Tiket.com.

Mereka ingin memberi kemudahan untuk beli tiket lewat internet, secepat mungkin dan segampang mungkin supaya semua orang bisa memakainya dan menghemat waktunya. Untuk mencari tiket penerbangan, user tinggal buka Tiket.com dan memasukkan info dari kota mana ke mana, kurang dari semenit muncullah daftar penerbangan dari berbagai airlines. Menurut Dimas, salah satu pendiri perusahaan ini, ada 8 airlines yang sudah bergabung antara lain Lion Air, Garuda Indonesia, Mandala dll.

Ide ini dimulai oleh 4 anak muda, yang punya visi membangun sebuah sistem untuk jualan tiket online. Idenya tidak original, sudah banyak yang melakukannya. Tetapi mereka punya pemikiran bahwa mereka bisa melakukannya dengan jauh lebih baik dan lebih simpel dibanding semua yang sudah ada, sehingga banyak orang bisa menggunakannya.

Pada waktu didirikan oleh Wenas, Dimas, Gaery dan Natali di Agustus 2011, mereka masih berusia antara 22 sampai 26 tahun. Apa yang saya kagum adalah mimpi besar dan ketekunan mereka untuk membangun Tiket.com meskipun sudah ada banyak persaingan.

Mereka adalah kumpulan anak muda yang punya visi, punya mimpi, punya semangat dan tentu dilengkapi dengan keahlian yang mumpuni. Pada waktu itu, Wenas sempat cerita ke saya mengenai mimpinya dan sejujurnya: saya skeptis. Mampukah dia jualan tiket di industri yang sudah diserbu oleh banyak pemain internasional? Yang bahkan airlines pun sudah jualan tiket online, yaitu AirAsia di kala itu.

Mereka cerita kalau mereka akan bangun Tiket.com dan membeberkan beberapa ide-idenya (sayangnya saya tidak bisa cerita detail idenya di tulisan ini). Tetapi idenya begitu meyakinkan sehingga mereka bisa menggaet investor yang tergiur untuk mendanai usaha mereka. Inilah yang saya maksud dengan membangun usaha tanpa modal.

Mereka tidak punya uang untuk membangun bisnis ini sendiri, karena mereka memang masih sangat muda. Tetapi mereka punya ide, dan bisa menuangkan idenya secara terstruktur, serta tahu bagaimana harus mengerjakannya. Mereka tahu apa kekuatan dan kelemahannya. Itulah yang membuat investor tertarik untuk mendanainya.

Di zaman sekarang, banyak orang punya uang tetapi tidak tahu mau kerja apa, atau mau investasi di mana. Sebaliknya ada orang yang punya banyak ide, tahu harus kerja apa, tetapi tidak punya uang sebagai modal usaha. Ini adalah satu peluang, baik untuk pemilik modal, ataupun pemilik ide. Di dunia internet, pemodal ini sangat aktif mencari ide-ide yang brilian, bukan sembarang ide yang cuma ngomong, tetapi harus ada detail eksekusinya yang disertai dengan pemikiran mengenai bagaimana modal investor bisa dilipatgandakan.

Inilah yang dilakukan oleh Wenas, Dimas, Gaery dan Natali, mereka mulai dari ide. Membuat riset bagaimana memenangkan persaingan, bagaimana jualan tiket dan mendapatkan untung, bagaimana menawarkan kerja sama ke airlines, hotel, kereta api, dan sebagainya. Lalu memikirkan desainnya yang simpel dan mudah, serta memikirkan bagaimana mencari orang-orang yang tepat yang bisa diajak kerja sama. Modal inilah yang diperlukan orang untuk bisa menggaet investor untuk mencemplungkan uangnya untuk merealisasikan ide mereka.

Hari ini, dua tahun sejak dilahirkan, tiket.com bukan cuma mimpi. Ini adalah ide yang sudah jadi sesuatu yang bisa dinikmati oleh jutaan pengguna internet. Saya mendengar dari mereka kalau setiap bulan mereka bisa menjual tiket senilai Rp 30 sampai 40 miliar. Bayangkan, betapa besarnya. Itu bukan usaha konglomerat, tapi hanya 4 anak muda yang sekarang sudah memberi lapangan pekerjaan ke 80 orang staf-nya.

Anda berikutnya? Manfaatkan Internet. Internet adalah kesempatan untuk menuangkan ide. Pikirkan apa yang bisa memudahkan orang, pikirkan setiap detailnya, bangun mimpimu. Kemudian cari pemodal, yakinkan mereka bahwa Anda adalah orang yang tepat. (Ikuti kolom saya di minggu-minggu berikutnya, saya akan tuliskan mengenai bagaimana mencari pemodal untuk usaha online)

Tetapi sebelum mulai mencari pemodal, ketahuilah :
People buy [brilliant] ideas.
People don’t buy [stupid] ideas.