Tidur… ?
Siapa yang tidak pernah tidur?”

Pertanyaan retoris yang diutarakan oleh penulis tidak lain hanyalah sebagai prolog singkat dari artikel yang akan membahas mengenai serba-serbi tidur yang bisa dianggap sebagai tidur yang berkualitas. Menurut kultur barat, orang yang suka tidur biasa dijudge dengan istilah “lazy bone”, itulah yang pernah diteriakkan oleh guru bahasa Inggris saya ketika ada salah satu teman saya yang ketahuan tidur di kelas. Menurut pribadi, saya tidak heran karena negara barat cenderung memiliki kehidupan yang menuntut kedisiplinan. Lihat saja kota New York! Disiplin waktulah yang menjadi prioritas utama.
Tepatkah Waktu Tidur Anda?

Normalnya, rentan waktu tidur yang ideal dengan proporsi orang dewasa adalah 8 jam. Akan tetapi Para ilmuwan di University of California, menunjukkan hubungan antara jangka waktu tidur dan tingkat kematian yang tinggi. Dalam studinya telah memberikan result apabila tidur selama 8 jam dalam setiap hari atau hampir setiap hari, maka dapat mempersingkat hidup. Begitu pula tidur 4 jam per hari juga dapat mempercepat kematian. Tapi mereka yang tidur enam jam sehari, menurut penelitian dapat hidup lebih lama. Ini berarti bahwa setiap jam yang manusia gunakan untuk tidur akan berimplikasi pada waktu kematiannya. Bagaimanapun, kematian hanya tuhan yang akan menentukan, dan kematian itu memang sudah ditakdirkan oleh Yang Maha Kuasa.
Profesor Jim Horne dari Sleep Research Centre di University of Loughborough, mengatakan bahwa “mereka yang berpendapat tidur lama, itu tidak benar. Kami dapat mengkonfirmasi bahwa tidur enam atau tujuh jam dalam satu hari sudah cukup lama. Jarak waktu atau jam tidur yang dibutuhkan oleh tubuh adalah jika anda dalam kondisi terjaga lalu merasa ingin untuk tidur di siang hari.”
Para ilmuwan menerangkan peran sangat penting dalam memfungsikan pikiran secara aktif melalui penelitian pada kucing. Fungsi pikiran aktif karena tidur itu akan lebih memiliki implikasi besar bagi manusia yang ingin meningkatkan kemampuan belajar dan memori mengingat mereka. Percobaan pada kucing menunjukkan peningkatan kinerja otaknya jika dia tidur dengan baik, di mana mereka menjadi lebih kuat dan lebih aktif dan bergerak. Tes dilakukan pada perubahan yang terjadi dalam otak kucing. Seekor kucing matanya ditutup selama enam jam, dan kucing lainnya dalam kondisi melihat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pikiran kucing tidur (ditutup matanya) selama enam jam mengalami perubahan aktifitas otak secara drastis dan lebih mudah beradaptasi dari pada kucing yang belum tidur. Bukan berarti manusia dibandingkan dengan kucing, akan tetapi posisi kucing disini sebagai sampel yang menggambarkan kondisi normal makhluk hidup, termasuk manusia.
Bagaimanapun yang lebih baik itu banyak tidur di waktu malam, dan menggantikannya di waktu siang. Ini juga menegaskan apa yang telah ditemukan para peneliti saat sekarang. Sejumlah penelitian menyatakan bahwa serangan jantung umumnya datang setelah pagi hari sampai terbitnya matahari. Kita dapat menggarisbawahi bahwa sangat tidak dianjurkan tidur ketika ketika pagi hari.
Ada lagi penelitian lain yang menjelaskan bahwa bangun di tengah malam itu bermanfaat bagi kesehatan, khususnya bagi jantung. Tidur yang panjang akan merusak dan membahayakan jantung. Jantung terkadang kekurangan oksigen akibat tidur yang terlalu lama, dan karenanya para ilmuwan mengatakan: ”Bangun di malam hari, meski hanya satu kali, itu bermanfaat bagi jantung sebagai supply oksigen yang memadai dan untuk menghindari kematian mendadak.
Tidur Siang, Tidur Malam, Manakah Yang Lebih Urgen?
Para peneliti mengatakan tidur siang hari sebentar –yang disebut dalam Islam dengan istilah qailulah– itu sangat berguna, sama seperti tidur di malam hari. Mereka mengatakan, bahwa dari perspektif perbaikan sikap dan perilaku, tidur siang berguna, sama sebagaimana tidur malam, terkait dengan fungsi kognitif seseorang. Sebuah tim peneliti dari Universitas Lübeck, Jerman, melakukan tes diagnostik pada 52 sukarelawan. Para sukarelawan diminta untuk tidur dalam rentang waktu tertentu, tanpa membedakan waktu siang ataupun malam. Dan hasilnya, kondisi mereka sama dan tidak berbeda.
Kapankah Prosentase Memori Otak Terendah?
Para ilmuwan Universitas Harvard melakukan penelitian terkait hubungan antara memori ingatan dan tidur. Mereka menggunakan alat scan resonansi MRI fungsional magnet, hingga mereka mendapati adanya aktivitas otak di kawasan yang spesifik. Kemudian aktifitas itu bergerak ke wilayah kedua dan begitulah seterusnya bahwa otak melakukan penataan informasi, berkoordinasi, dan menyimpan informasi sehingga mudah diambil kembali setelah seseorang bangun dari tidur. Namun studi selanjutnya menunjukkan bahwa fokus otak seseorang ada pada tahap minimum ketika ia baru saja bangun tidur. Dibutuhkan waktu antara 15-30 menit untuk dapat mengembalikan kemampuan pikiran. Oleh karena itu, peneliti menyarankan agar seseorang segera setelah bangun tidur melakukan beberapa latihan ringan untuk memulihkan aktivitas otak. Jika kita kaji pandangan para ilmuwan dewasa ini, mereka menegaskan bahwa memori manusia berada pada posisi terendah setelah baru saja bangun dari tidur.
Maka dengan demikian, para peneliti memperingatkan dokter yang berjaga malam, juga petugas pemadam kebakaran dan pekerja di malam hari yang pekerjaannya membutuhkan pengambilan keputusan penting setelah bangun. Disarankan mereka untuk tidak mengambil keputusan atau tidak mengambil tindakan apapun sampai setelah seperempat jam setelah bangun tidur.