percayalah jika pada tanggal 5 November 2014,, mereka ( di Surabaya ) akan melupakan pernah punya klub 1927, di karenakan hingar bingar liga indonesia yg telah mewakilkan persebaya ( baru )………………………………….secara psikilogis hal ini biasa di Inodesia, disaat kita trus berjuang dan kalah kita akan lama2 kelamaan diam………sebagai negara dengan latar belakang kekeluargaan biasa seperti itu……………………sapapun presiden di indonesia di hujat, padahal sebelum nya dia pernah di idolakan………..

salam menulis part II.

dibawah adalah kutipan tulisan saya yang pertama , saya akan melanjutkan yang kedua…

saya inget kata emak (alm) saya…”bud, mbah mu dulu, naek gerobag di tarik kebo dari pacitan hanya sekedar panggilan hati membantu sodara2 di surabaya menghadapi tentara keling dan bulek yang menyerbu surabaya……………perang yang tidak seimbang, tapi dengan harga diri dan agama kita mampu bertahan 10 hari yang menewaskan 20 ribu warga jatim dan 8 ribuan tentara sekutu, 2 jenderal dan 3 pesawat kita jatuhkan………………

loh, apa hubungan dengan cerita bola ya ?????

saya hanya beropini, bahwa tidak hanya warga asli surabaya yang bertempur dengan sekutu……dan itu adalah perang harkat martabat bangsa..surga adalah jaminan..bagaimana dengan dunia sepakbola ?????………..

apakah “semangat” segelintir bonek 1927 bisa diartikan sama dengan perjuangan spektakuler 10 november itu ???????????

tidak jawab nya

itulah sebab nya mereka (1927) merasa “berjuang” sendiri., dan tidak satupun warga sulawesi, kalimantan, sumatra dan papua yg respon………………kerna mang “kurang” layak dengan unsur “politik” keputusan yang pengurus mereka pernah buat ….

( tulisan terdahulu)

jadi kurang semangat nulis, tapi tangan pingin nulis….mirip kejadian 2,8 tahun lalu, ketika penulis mengaatakan ( sesuai dengan logika yg ada ) bahawa, Kubu LNM akan “menang” melawan Kubu ‘AP’…………………so, di nikmatin aja yang lagi berjuang…maju terus jgn nyerah, kecuali kalo udah kalah ( sekarng cuma hampir )…

salam sok tau

sumber : Mnurut_hati.Jgn Protes@pinggirjurang.com