Mantan wapres Jk digadang-gadang oleh PKB untuk dijadikan sebagai capres partai pimpinan Muhaimin itu, sebelumnya partai besutan Gusdur ini telah lebih dahulu mencalonkan raja dangdut Rhoma Irama dan mantan ketua MK Mahfud MD.

Atas pencalonan dirinya itu, Jk belum memberikan reaksi apapun. Belum ada konfirmasi resmi dari Jk apakah dia menolak atau bersedia dicalonkan oleh PKB. Sementara itu dari tubuh partai Golkar muncul beragam tanggapan, ada yang dengan ikhlas melepas Jk ke PKB dan ada pula yang meragukan niat baik PKB.

Golkar pantas berbangga hati, karena pencalon Jk oleh PKB secara tidak langsung merupakan pengakuan atas keberhasilan Golkar dalam menyiapkan kader-kadernya untuk menjadi pemimpin bangsa, tetapi tentu Golkar tentu akan merasa kecewa jika pencalonan mantan ketua umumnya itu hanya sekedar permainan politik untuk kepentingan sesaat.

Sama halnya dengan Rhoma Irama dan Mahfud MD, pencalonan Jk sebagai capres dari PKB baru sebatas wacana, belum ada keputusan resmi yang dikeluarkan oleh partai. Tidak adanya kepastian ini menimbulkan sak wasangka bahwa isu pencapresan ini Hanyalah merupakan permainan elite partai untuk meningkatkan elektabilitasnya dalam pemilu yang akan datang.

Diantara ketiga tokoh yang digadang-gadang oleh PKB itu, yang paling berpeluang untuk dicalonkan oleh PKB adalah Mahfud MD, beliau memiliki hubungan historis dengan Partai besutan Gusdur ini. Pernah menjadi pengurus PKB dan pernah menjadi menteri diera kepemimpinan Gusdur. Sementara itu Rhoma dan JK, merupakan orang baru di PKB, Rhoma bukan kader PKB, dia pernah aktif di PPP dan pernah menjadi wakil rakyat dari Golkar, sementara Jk sendiri adalah mantan ketua umum Partai Golkar. Jadi, kemungkinan diterimanya Mahfud dikalangan internal Partai jauh lebih besar dibandingkan Rhoma dan Jk.

Peluang PKB untuk mengajukan capres sendiri pada pilpres mendatang juga masih diragukan, dalam pemilu yang lalu PKB tidak mampu meraih suara yang signifikan, perolehan suaranya menurun jauh dibading masa sebelumnya. Keinginan para elite partai untuk meningkatkan elektabitas PKB memang lantang terdengar. Syarat 20 % perolehan kursi di DPR, atau 25 % perolehan suara secara nasional itu sepertinya sudah menjadi target.

Salah satu upaya untuk mencapai target perolehan kursi itulah barangkali PKB melempar wacana untuk mencalonkan Rhoma, Mahfud dan Jk, dengan harapan ketiganya nanti akan bekerja keras untuk meraup suara sebanyak-banyaknya.

Jika merujuk pada pemikiran diatas, maka besar kemungkinan Jk tidak akan merespon pencalonan dirinya, dan terbukti hingga hari ini diantara tiga nama yang dikibarkan oleh PKB itu hanya Rhoma Irama sendiri yang bersungguh-sungguh menanggapinya, sementara Mahfud masih bersikap wait n see dan Jk sama sekali tidak memberikan jawaban