Setiap daerah punya potensi untuk memajukan daerahnya. Kemajuan itu tidak mesti hanya berfokus di pusat namun daerah-daerah lain perlu juga untuk menggapainya. Apalagi setiap daerah yang ada di Indonesia punya potensi dan keunggulan masing-masing yang jika potensi tersebut mampu dikelola dengan baik akan memberikan efek yang signifikan terhadap daerah tersebut. Hal yang perlu dilakukan untuk mencapai kemajuan tersebut satu-satunya jalan adalah dengan mengeksplorasi dan mengembangkan berbagai potensi dan keunggulan yang dimiliki daerah.

Kali ini kita fokus membicarakan tentang potensi yang dimiliki oleh Sumatera Barat. Potensi seperti apa yang dimiliki oleh ranah orang minangkabau ini? Jika kita cermati lebih dalam sebenarnya daerah yang satu ini tidak punya potensi besar yang bisa dibanggakan untuk saat ini. Hal tersebut mengemuka jika yang kita lihat adalah dari segi potensi pertambangan dan atau sumber daya alam yang terkandung di dalamnya. Jika dulu Sumatera Barat menjadi daerah yang jaya dan dibanggakan oleh penguasa kolonial karena potensi tambang batu baranya, saat ini hanya tinggal kenangan.

Sumatera Barat mungkin mampu berjaya dan menjadi daerah yang kaya di zaman dahulu. Di masa penjajahan dimana hasil tambang diangkut dan dibawa lari ke negara lain. Kekayaan tersebut dikeruk sejadi-jadinya dan yang tersisa hanya puing-puing. Pertambangan termasuk potensi besar yang mampu menggerakkan roda perekonomian suatu daerah. Pantas saja jika kita temukan daerah lain yang disebut sebagai daerah kaya karena daerah tersebut punya potensi tambang yang besar, Lihat saja daerah-daerah tetangga Sumbar yang punya banyak lahan tambang. Dengan kekayaan yang dimiliki daerah tersebut mampu berkembang dengan baik. Selain itu kalau dilihat-lihat luas wilayah Sumbar terlalu kecil dibandingkan dengan beberapa daerah lain di pulau Sumatera.

Lalu bagaimana cara Sumbar untuk mengejar ketertinggalan? Kita lupakan beberapa poin diatas yang seolah seperti sikap mencari-cari kesalahan dan tidak terima dengan keadaan yang ada. Lalu seperti apa potensi yang dimiliki Sumbar? Potensi yang dimiliki Sumbar adalah seperti yang kita lihat selama ini.

Sumbar memiliki potensi lain yang jauh lebih besar dan punya ekspektasi jauh lebih hebat. Potensi besar yang dimaksud itu apalagi kalau bukan potensi pariwisata. Potensi pariwisata Sumbar yang ada sangatlah beragam dan tidak kalah dengan daerah lain. Budaya Minangkabau yang luhur dan agung adalah menjadi warisan mahakarya agar bagaimana orang Minangkabau bisa bertahan melewati waktu dan pergantian zaman.

Pariwisata di suatu tempat bisa maju dan berkembang, salah satu yang melatar belakangi adalah karena potensi budaya yang ada disana. Budaya yang ada di suatu daerah itu akan menjadi semacam ciri dan karakter yang membedakan dari daerah lain sehingga mampu menarik perhatian khalayak dari daerah dan negara lain untuk datang berkunjung. Dan Sumbar jelas sudah memiliki budaya yang bisa dibanggakan. Budaya yang unik, eksotik, original, otentik dan tentu berbeda dari dari daerah lain.

Potensi budaya juga meliputi kuliner, kerajinan dan tradisi kearifan lokal. Kuliner Sumbar jelas sudah tidak diragukan lagi kelezatannya. Salah satu yang bisa dibanggakan tentu karena adanya rendang yang kelezatannya sudah diakui dunia. Tidak hanya rendang dan masakan padang, Sumbar punya makanan khas dari setiap daerah yang ada. Belum lagi kalau kita melihat kerajinan dan tradisinya. Songket dan berbagai produk kerajinan tangan khas Minang sangat disukai bahkan digemari oleh orang-orang dari negeri jiran. Dari segi tradisi dan pesta adatnya memiliki keunikan tersendiri yang membuat semua orang kagum.

Minangkabau punya tarian indah nan rancak. Kuliner yang enak nan lamak. Tradisi adat yang memikat dan segala keunikan lain yang dimiliki. Semua itu juga dibalut oleh keindahan alam Minangkabau yang sekali lagi kemolekannya itu sudah terkenal hingga ke pelosok negeri. Semuanya ada di Sumatera Barat mulai dari lembah dan ngarai, danau tektonik dan vulkanik, gunung dan bukit menjulang kokoh, gua-gua di perut bukit, terowongan bawah tanah, pantai dengan ombak nan menantang seperti yang ada di Mentawai, dan pulau-pulau eksotis dengan pemandangan bawah laut yang indah dengan susunan terumbu karang dan ikan-ikan cantik.

Pokoknya apapun yang anda cari dan inginkan ada di Sumatera Barat. Anda ingin menikmati keunikan tradisi dan budaya? Ingin berwisata sejarah, kuliner sekaligus bisa langsung membawa oleh-oleh dan kerajinannya? Anda ingin wisata petualangan seperti panjat tebing, arung jeram, jelajah hutan rimba? Anda juga ingin yang lebih menantang seperti paralayang? Atau anda lebih suka mengunjungi pulau, main di pantai serta menyelam dan berenang di laut? Itu semua ada di Sumatera Barat.

Ibarat kata, Sumatera Barat adalah merupakan sebuah daerah yang memiliki semua jenis destinasi wisata. Jika ingin merasakan berbagai macam sensasi dalam berwisata kita cukup datang ke Sumatera Barat. Pariwisata Sumatera Barat bisa dikatakan satu komplit, one for all. Dan itu semua belum tentu bisa ditemukan di daerah lain. Itulah potensi luar biasa yang kita maksud.

Namun, Sumatera Barat tidak perlu sesumbar dan terlalu menggadang-gadangkan potensi dan keunggulan itu tanpa ada usaha konkrit. Menurut hemat saya, selama ini pariwisata Sumbar belum menunjukkan perkembangan yang terlalu signifikan. Memang pariwisata Sumbar begitu menggeliat hingga tahun 2009 sebelum gempa. Setelah gempa, pariwisata Sumbar menjadi lesu dan kurang bergairah. Barulah di tahun 2012 kondisi pariwisata Sumbar mulai membaik.

Pariwisata Sumbar perlu kembali melakukan kegiatan promosi dan pameran secara berkelanjutan. Memang kegiatan promosi dan pameran ini membutuhkan dana yang cukup besar namun saya yakin jika promosi ini berhasil maka Sumbar jugalah yang akan memetik hasilnya. Saya mendapatkan informasi bahwa di bulan November ini akan diadakan ekspo Sumatera Barat di Jakarta. Ini adalah sebuah cara untuk kembali mengenalkan Sumbar kepada publik. Hal semacam itu perlu untuk terus-menerus dilakukan dan promosi tidak hanya dilakukan di dalam negeri tetapi juga perlu ikut berpartisipasi dalam berbagai pameran pariwisata di luar negeri.

Sembari melakukan promosi dan pameran, Sumbar juga mesti terus membenahi infrastruktur agar destinasi wisata yang ditawarkan bisa diakses dan dijangkau dengan mudah. Kemudian fasilitas dan sarana prasarana pendukung juga harus disiapkan agar wisatawan betah dan bisa berwisata dengan nyaman dan berkesan. Bukan tidak mungkin wisatawan yang datang itu akan kembali mengunjungi Sumbar jika pariwisata Sumbar mampu memberikan kesan yang positif kepada mereka.

Namun kembali mengingatkan bahwa Sumbar tidak boleh lengah, terlalu santai dan tidak menghiraukan permasalahan yang satu ini. Ditekankan sekali lagi bahwa perekonomian Sumatera Barat bisa maju dan sejahtera jika Sumbar mampu mengelola dan mengembangkan pariwisatanya dengan baik. Hanya itu satu-satunya jalan bagi Sumbar untuk maju untuk saat ini. Potensi pariwisatalah yang bisa dijual oleh Sumbar.

Menurut Irwan Prayitno selaku Gubernur Sumatera Barat, Pendapatan asli daerah (PAD) Sumatera Barat hanya diperoleh dari pajak bumi dan bangunan serta pajak hotel dan restoran. Sumbar tidak memiliki tambang atau sumber daya alam lain yang mampu mendongkrak PAD.

Kita lihat kehadiran presiden SBY selama empat hari di Sumatera Barat beberapa waktu yang lalu telah menggerakkan ekonomi di Sumatera Barat. Lihat saja semua hotel penuh, banyak tamu yang kesulitan mencari penginapan. Mobil rental juga habis disewa. Dan rumah makan pun penuh. Pariwisata Sumbar seolah mendapatkan angin segar untuk kembali bangun.

Jadi, bagaimana cara Sumbar untuk maju dan sejahtera adalah dengan jalan memajukan pariwisatanya. Potensi pariwisata Sumbar sangat kaya dan luar biasa. Sayang sekali jika tidak dimanfaatkan dan dikembangkan dengan sungguh-sungguh atau hanya disia-siakan. Sama saja dengan Sumbar tidak mensyukuri segala anugerah yang telah diberikan tuhan untuk Sumbar. Tuhan tidak memberikan sumber daya alam yang melimpah namun tuhan memberikan kekayaan lain untuk Sumbar yakni kekayaan dan keindahan alam yang tersimpan di dalamnya. Semua itu adalah tantangan bagi Sumbar disamping cara bagi Sumbar untuk mensyukuri segala anugerah yang telah diciptakan tuhan di Ranah Minang ini. Dan inilah cara lain bagi Sumbar dalam memaknai arti pepatah Minang, “alam takambang jadi guru”.