Babak demi babak drama pemberantasan korupsi di negeri ini terus menampilkan kejutan yang luar biasa. Setelah beberapa waktu lalu, publik disentakkan dengan keterlibatan sejumlah perempuan yang terseret kasus korupsi, kini perempuan kembali menjadi buah bibir.

Dunia peradilan konstitusi terguncang saat Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar tertangkap tangan KPK menerima uang suap dari sengketa Pilkada, Rabu (2/10/2013). Sebagaimana kita ketahui, Kasus tertangkapnya Akil Mochtar yang dilakukan KPK di kediamananya di kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, melibatkan wanita muda cantik yang kebetulan adalah koleganya sendiri di Partai Golkar. Wanita cantik itu bernama Chairun Nisa.

Trend baru bagi para koruptor adalah berkenalan dengan para wanita muda dan cantik, menjadikannya isteri simpanan. Modus baru para koruptor tersebut sudah terbukti dari kasus-kasus korupsi yang berhasil terungkap seperti kasus korupsi Simulator SIM Irjen Joko Susilo dan kasus Impor daging sapi Ahmad Fathanah. Djoko Susilo memilih mengatasnamakan sejumlah assetnya atas nama para isteri sirinya.

Lain Djoko, lain pula Ahmad Fathanah. Pria asal Makasar terlibat TTM (Teman Tapi Mesra) dengan sejumlah perempuan cantik dari ranah entertainment. Bukan saja Joko Susilo dan Ahmad Fathanah yang doyan hamburkan hasil korupsinya kepada wanita – wanita cantik, Mantan Ketua MK Akil Mochtar juga mengaku mentransfer sejumlah uang ke wanita cantik. Hal itu disampaikan oleh pengacara Akil, Otto Hasibuan.

Berikut nama – nama wanita cantik di sekitar Akil antara lain Pertama,Susi Tur Andayani. Seorang pengacara asal Lampung yang dekat dengan Akil Mochtar. Bahkan Susi disebut selalu memenangkan perkara di Mahkamah Konstitusi. Seperti diberitakan sebelumnya, Susi bersama Tubagus Chaery Wardana ditangkap penyidik KPK diduga terkait suap kasus sengketa Pilkada Kabupaten Lebak, Banten yang juga melibatkan Akil Mochtar.

Kedua, Chairun Nisa. Merupakan anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Golkar. Chairun Nisa diduga menjadi penghubung antara Bupati Gunung Mas, Hambit Bintih dan Akil Mochtar. Alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini ditangkap oleh KPK bersama Akil.

Ketiga, Ratu Atut Chosiyah. Nama Gubernur Banten disebut – sebut dalam kasus dugaan suap terkait sengketa Pilkada Lebak, Banten. Ratu diduga menyuruh adiknya, Tubagus Chaery Wardana alias Wawan memberikan uang sebesar Rp 1 miliar ke Akil Mochtar melalui seorang advokat bernama Susi Tur Andayani. KPK terus mendalami keterlibatan Ratu Atut dalam kasus ini. Salah satunya dengan meminta keterangan dua sekretaris pribadi Gubernur Banten itu.

Sebelum tertangkap tangan oleh KPK, Akil ternyata berada di Singapura bersamaan dengan Ratu Atut dan Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany bersama suaminya, Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan. Akil berangkat ke Singapura pada Sabtu (21/09/2013) dan kembali ke Indonesia pada Senin (23/09/2013). Ratu Atut ke Singapura pada hari yang sama dengan Akil kemudian kembali ke Indonesia empat hari berikutnya pada Rabu (25/09/2013).

Sedangkan Airin dan suaminya pergi ke Singapura pada Jumat (20/09/2013) lalu kembali ke Indonesia pada Selasa (24/09/2013). Keempat, Penyanyi Dangdut. Penyanyi Dangdut dimaksud antara lain Rya Fitria (Rya KDI) Iis Dahlia dan Evie Tamala.

Seperti diketahui sebelumnya, Akil Mochtar mengakui beberapa kali mentransfer uang ke rekening sejumlah penyanyi dangdut. Uang itu sebagai bayaran atas pekerjaan menyanyi pada 2007. Penyanyi dangdut, Iis Dahlia mengaku pernah menerima transfer uang dari Akil Mochtar. Namun, pelantun lagu Bunga Seroja itu mengatakan uang tersebut murni hubungan kerja.

Berkaca dari drama pemberantasan korupsi yang sedang berlangsung saat ini, memperlihatkan betapa perempuan dan korupsi seperti berjodoh dan saling membutuhkan. Bertemunya pemburu syahwah (pria/tersangka korupsi) dengan penggila harta (perempuan) dalam momentum yang saling menguntungkan.

Betapa mudahnya perempuan tergoda oleh harta, sementara pria mabuk kepayang karena wanita. Lalu, siapa yang harus disalahkan? Para pria hidung belang yang memiliki kuasa dan uang atau para perempuan pemburu harta dan kemewahan? Berkaca dari kasus Angelina Sondakh cs, apa yang didapat?

Pasca terkuaknya kasus itu di media, mereka menerima cercaan serta penghakiman dari masyarakat luas. Entah drama korupsi dan perempuan mana lagi yang akan dipertunjukkan dari panggung KPK.