Kira-kira begitulah ajakan yang tersirat dari berbagai baliho serta selebaran para calon legislatif yang sekarang ini banyak bertebaran dimana-mana, berbagai bentuk imbauan serta pesan simpati disertakan dalam baliho itu, yang intinya adalah sama, yakni pilihlah saya dengan nomor urut…….,

Berbagai baliho itu telah menimbulkan persolan baru diberbagai kota, masyarakat dicekoki dengan wajah antah barantah, dan wajah kotapun semangkin kumuh dengan berbagai baliho dan selebaran yang mulai kusam kotor compang camping bergantungan dan bertempelan dimana-mana. Dalam beberapa bulan kedepan menjelang pemilu, kekumuhan itu akan semangkin bertambah lagi, tidak ada ruang yang terbebas dari berbagai baliho dan selebaran itu, berdempetan saling berhimpitan, dan belum ada tanda-tanda untuk berkurang ataupun dibersihkan.

Berbagai macam keluhan telah bermunculan, pihak-pihak yang berwenang dan bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pemilu juga kebingungan dalam menertibkan pemasangan baliho maupun selebaran itu. Para calon legislatif itu sudah paham aturan dan mengerti tata tertib dalam pemasangan baliho dan selebaran itu, begitu kata para penanggung jawab pelaksana pemilu itu, tetapi para calon legislatif membenarkan pelanggaran itu karena ada berbagai alasan yang dicari-cari.

Itulah wajah wajah calon wakil rakyat yang akan bertarung dalam pemilu yang akan datang, baru menjadi calon legislatif saja sudah berani melanggar dan mengabaikan beberapa aturan tentang pemasangan baliho dan selebaran, bagaimana nantinya kalau sudah terpilih dan mempunyai kekuasaan dan kewenangan, apakah bisa dipercaya kepatuhan dan kejujurannya ? rakyat sekarang ini dihadapkan dengan berbagai wajah di baliho dan selebaran itu. calon legislatif semacam itulah yang nantinya akan dipilih oleh rakyat.