Dengan melwan keadaan yang tak semestinya semua orang aku rasa berhak melakukannya, meskipun harus dengan ratap dan tangis, dengan mengorbankan apa yang telah bertahun-tahun dijalani. Padangan lingkungan kerap mempengaruhi setiap jengkal tanah, bahkan lebih menggila dan meradang, walaupun pada dasarnya tiada kepentingan sepersen pun. Tapi kepentingan itu seolah milik kita juga. Begitulah macamnya manusia di pengaruhi keadaan, takut ia bertindak, takut ia karna merasa akan jadi aib. Tapi bagimana jadinya kalau lingkungan itu sudah mursal dasar keadaanya. Apakah kita kan begitu saja menyerahkan nasib pada pandangannya?, pandangan lingkungan bukn satu-satunya dasar penentu, palagi menyerahkan seluruhnya pada keadaan. Kalau itu, menyerahkan seluruhnya pada keadaan, maka tiada bedanya yang hidup dan yang mati. Yang hidup tinggal saja menunggu tuk mati, dan yang mati tinggal saja menunggu di bangkitkan………………..…….. Lalu satu lagi, kesabaran, apa artinya kesabaran diajarkan kalau hanya sampai disitu saja batas pengertian kita tentang kehidupan. Kesabaran adalah mengajarkan kita untuk melawan dengan cara yg lebih baik dan pantas, dimana itu artinya memperbaharui cara kita berpandang, dengan perkembangn yg tiada batas karna itulah mengapa kesabaran tersebut tiada batasnya.