Sudah 2 bulan demonstran anti kudeta militer Mesir terus menggelar aksi demonya. Sepertinya mereka tak kenal lelah untuk terus melanjutkan perjuangan menghentikan kekejaman pemerintahan kudeta militer.

Para demosntran sadar, bahwa mereka adalah barometer keberhasilan demokrasi di Timur Tengah. Bila mereka tidak memperjuangkannya maka akan hanguslah hadirnya pemerintan sipil di Timur Tengah. Yang ada hanya pemerintahan diktator Militer dan Kerajaan saja.

Mereka menginginkan bahwa Arab Spring bukan sekedar satu musim yang kemudian dilindas oleh musim yang lainnya. Tetapi menjadi musim sepanjang tahun untuk demokrasi dan pemerintahan sipil yang kuat di Timur Tengah.

Bebasnya Mubarak dari jeruji besi dengan alasan tidak ada bukti korupsi. Kembalinya politisi pro Mubarak ke panggung politik. Dan perubahan konstitusi bahwa militer hanya tunduk kepada pimpinan militer Mesir saja. Bukan ke presiden, bukan ke lembaga negara dan bukan pula ke rakyat.

Membuat gelora perjuangan rakyat Mesir tak bisa dihentikan. Buktinya paska pembantaian demosntran diberbagai tempat yang telah menelan hampir 6.000 orang dan pasca penangkapan tokoh-tokoh anti kudeta, tidak pernah menghentikan aksi-aksi mereka.

Saat demosntrasi dalam jumlah besar dan berdiam disatu tempat saja menjadi sasaran sniper militer Mesir, sekarang mereka berdemo dengan taktik main kucing-kucingan.

Mereka berkumpul di beragam titik yang dekat dengan pemikiman untuk meraih simpati masyarakat, setelah itu mereka membubarkan diri. Aksi ini cukup berhasil, pada tanggal 30 Septemer kemarin, para masa anti kudeta berhasil mengerahkan masa di 27 propinsi di Mesir untuk menentang kudeta.

Bahkan harian Republika memberitakan bahwa militer Mesir terkecoh dengan aksi ini. Ada sebuah lapangan yang sudah dikepung oleh militer karena akan digunakan untuk demonstrasi, ternyata lapangan itu sepi.

Para demosntran justru berpindah tempat ke lokasi lainnya. Dengan aksi ini, para demosntran anti kudeta akan semakin sulit dideteksi, juga akan semakin massif mendorong rakyat mesir untuk turun ke jalan menentang pemerintahan kudeta.