Tanpa disadari atau memang karena kebutuhan, sehingga Negara ini gemar mengimpor kebutuhan untuk pangan dari Luar negeri. Yang membuat saya tidak habis pikir adalah ketika Pemerintah harus mengimpor garam dari beberapa negara, bahkan impor garam tersebut dari negara Singapur ???!!! (ga terbalik nih? ). Apakah luasnya laut kita semakin menyempit sehingga harus impor garam?

Lantas kemana semua hasil bumi Indonesia, apa memang tidak ada hasilnya? Apakah Kebijakan Pembangunan belum memihak sektor Pertanian? Petani kita seperti dibiarkan mengatasi masalahnya, seperti kurangnya dukungan dalam pengadaaan pupuk, obat-obatan, pelatihan dalam ilmu pengetahuan pertanian. Apakah dana riset untuk pertanian masih rendah? sehingga para ahli pertanian kita terbatas geraknya untuk melakukan sesuatu dalam hal pengembangan pertanian.

Saya melihatnya, pemerintah lebih sibuk cari negara pengimpor, ketimbang memikirkan bagaimana memajukan atau paling tidak mengembalikan pertanian kita seperti dulu.

Seharusnya petani kita itu makmur, mengingat Indonesia adalah bangsa agraris, bahkan dulu sempat Swasembada beras.

Kadang saya berpikir bodoh dalam hati “apa memang hasil bumi kita sudah habis karena sudah diambil selama 350 tahun oleh penjajah, sampe garam aja harus impor? “