Saat Boncengan motor dengan temen ane di jalanan Bekasi yang Rame Bin Macet. Para pengendara motor dengan sikapnya mencari celah-celah untuk mereka lalui, begitu juga dengan kami yang memang sedang memburu waktu. Tak ayal lagi sikil pun harus bermain di jalan Bekasi yang panas ini. Karena terburu-buru, sehingga tidak sadar ada mobil yang masuk. Stang motor yang kami naikipun menyenggol body mobil, yang membuat motor oleng hampir jatuh. Temen yang bawa motor langsung teriak, kurang lebih percakapannya begini

Motor : Woi yang bener dong kalo bawa Mobil kaga? (tampang sangar)

Mobil : %^&)!@#?><:{ (bingung jawab apa)

Motor : Makanya kalo g bisa bawa mobil g usah bawa mobil. Bikin kesel aja

Nah.. lho.. bingung kan..padahal yang salah itu seharusnya kita yang ngambil jalan mobil seenaknya. Tetapi posisi berbalik justru malah sang pemilik mobil yang disalahkan dan tidak bisa melakuakn pembelaan apa-apa.

Mungkin hal seperti inilah yang dirasakan oleh Ikhwanul Muslimin dan para pendukung Dr.Mursi. Selama ini pemberitaan di media banyak yang di pelintir kesana sini. Mulai dari jumlah orang yang tewas, dalam insiden berdarah tersebut. Hampir Seluruh Media-media lokal indonesia dan juga media-media di mesir melakukan kobhongan publik. Mereka mengatakan Bahwa jumlah jumlah korban hanya 500-600 orang. Yang lebih menyedihkan lagi yang memberikan pernyataan ini adalah Pemerintahnya sendiri

dakwatuna.com – Pembohongan fakta mulai dilakukan media Mesir. Mereka menyatakan berdasar laporan Dep. Kesehatan Mesir bahwa 287 meninggal akibat aksi kekerasan di Mesir, 43 diantaranya adalah polisi [Sinai Mesir, 15/08/2013].

Pemerintah Mesir, Kamis (15/8/2013), menyatakan, korban tewas pada “Rabu berdarah” bertambah signifikan. Setidaknya, ujar pernyataan itu, 638 orang tewas.

Laporan dari Al-Jazeera menyebut 94 orang tewas dari hitungan di lokasi kejadian di rumah sakit Rabaa al-Adawiya.

Padahal saat saya tanya langsung kepada teman-teman mahasiswa di cairo jumlah orang yang tewas saat hari Rabu sudah mencapai lebih dari 5000 orang lebih dan jumlahnya terus bertambah sampai saat ini. Memang jumlah pastinya blm bisa di kalkulasikan karena saking banyaknya. Tetapi yang jelas lebih dari 600 jiwa.

Memang kita tidak bisa berbuat banyak untuk membantu saudara-saudara kita di Mesir minimal kita bisa membantu menyebarkan info apa yang sebenarnya terjadi.

“Yang Berteriak paling Keras, dialah yang Benar”

Itu semua terjadi karena meraka tidak di dukung oleh media-media yg membantu meneriakan aspirasi rakyat.