Bangkrut nalar, bangkrut logika! Ngapain ngurusi negara lain? Negeri kita sendiri
masih amburadul, masih banyak yang miskin dan kesusahan dan seabreg alasan
lain agar tak usah peduli dengan negara lain. Masih banyak masyarakat kita yang
berkomentar demikian. Terutama dalam menyikapi masalah-masalah seperti
Palestina, Suriah dan kini pembantaian dinegara Mesir. Tak bisa disalahkan
sepenuhnya, karena tiap individu berbeda-beda pola pikirnya, pendidikan serta
lingkungan yang membesarkannya.

Namun sunggguh banyak yang tidak konsisten dengan kalimat tersebut, apalagi
jika dihubungkan dengan kebutuhan syahwat mereka sendiri, seperti para penggemar
sepak bola yang hobi ngurusi klub-klub luar negeri kesayangan mereka, padahal
klub dalam negeri saja dari dulu masih amburadul, minim prestasi dan sebagainya.

Para wisatawan yang hobi jalan-jalan keluar negeri atau pamer shoping di pusat
perbelanjaan dunia, padahal didalam negeri banyak sorga wisata yang tak kalah
jauh dari tempat wisata luar negeri, termasuk untuk urusan berbelanja. Serta masih
banyak contoh lainnya yang menggambarkan mereka seolah ngurusi negara lainnya
meski dinegeri sendiri masih perlu perhatian yang nyata.

Mungkin contoh yang saya berikan tidak bisa disandingkan dengan masalah perang
atau kemanusiaan dibeberapa negara yang saya sebutkan, namun prinsipnya sama,
bagaimanapun kini jaman globalisasi, segala masalah jadi mendunia akibat
kemajuan teknologi, suka atau tidak suka kita akan tahu dan mungkin akan ikut
berperan baik secara pasif maupun aktif, baik lewat doa, komentar tulisan, atau
terlibat langsung ke negara-negara lain yang sedang jadi berita.

Apalagi jika anda seorang muslim, tentu sangat paham, bahwa setiap muslim itu
bersaudara, tak tersekat oleh suku, bahasa atau negara. Jadi sangat wajar kalau
ada muslim di negara Indonesia ikut “ngurusi” negara lain, karena alasan membantu
saudara semuslim. Toh “ngurusi” negara lain tidak harus terjun langsung ke negara
tersebut. Bisa lewat bantuan uang, obat-obatan atau apa yang dibutuhkan mereka,
dan bisa juga hanya lewat doa, walau itu selemah-lemah iman, jelas lebih bagus
daripada cuek tidak peduli lagi pada saudara seiman.

Jadi, semoga saja tak ada lagi masyarakat(khususnya muslim) yang berkomentar
miring, ngapain ngurusi negara lain. Wallahu’alam