Anak adalah anugerah dari Tuhan. Kita sepakati hal itu. Setiap orang tua pun ingin memberikan terbaik untuk anaknya di belahan bumi manapun. Kecuali memang ada beberapa gelintir orang tua yang entah mengapa cuek dengan anaknya.

ABK, Anak Berkebutuhan Khusus. Mungkin ada yang pernah dengar, atau mungkin ada yang mengalami? ABK juga adalah anugerah Tuhan. Anak- anak ini adalah anak- anak hebat namun memerlukan ekstra penanganan dan perhatian dari orang tua yang merupakan orang terdekatnya.

Beberapa kali saya berhadapan dengan ABK. Ada yang autis, down syndrome, hyperaktif, hingga tuna rungu. Bukan- bukan mereka yang bermasalah, justru orang tuanya. Orang tua banyak yang tak menerima jika anak mereka dalam klasifikasi ABK. Dokter, psikolog, lingkungan sudah mengatakannya. Namun orang tua masih menepisnya.

Saya bingung, apakah ABK adalah aib? Hingga mereka tak mau mengakuinya. Ini salah, jelas. Pengakuan atas ABK bukanlah aib tapi menyadari anak ini membutuhkan ekstra perhatian lebih. Jangan sampai menyesal di kemudian!

Cerita tentang anak perempuan usia 7 tahun. Dalam hal komunikasi, bertatapan, dan sosialisasi sudah ada masalah. Psikolog sudah menyarankan perlunya penanganan khusus oleh terapis di tempat khusus dan orang tua di rumah. Saya berfikir apakah orangtua ini ada masalah dengan finansial. Tapi tidak sepertinya, si ibu saja tiap minggu shopping. Menurut saya, seharusnya si anak cepat mendapat penanganan ekstra, eh ternyata dimasukkan ke SD yang bahkan si anak menulispun sulit.

Lain hal dengan anak laki- laki berusia 5 tahun. Kontak mata, komunikasi pun bermasalah. Namun anaknya cenderung diam, tidak hyperaktif. Si ibu kurang mengajak komunikasi, dia hanya mengeluhkan anaknya yang berbeda. Dokter sudah berbicara, anaknya tergolong ABK. Ayahnya menolak mentah- mentah saran dokter. Entahlah..

Saya hanya menyesalkan jika orang tua tak segera memahami anaknya berkebutuhan khusus akan ada masalah di kemudian hari yang dialami sang anak. Bukankah anak terus tumbuh? Saya sering membaca, banyak ABK mandiri dan sukses. Karena apa? Karena orang tuanya. Ketika menyadari dan memahami anaknya berbeda, ekstra penanganan dan perhatian pun dilakukan. Toh anaknya bisa berprestasi lebih.

Sekarang pun zaman semakin canggih. Internet dapat menjangkau semua. Sangat sayang jika anak walaupun berkebutuhan khusus sekalipun yang merupakan anugerah titipan Tuhan disia-siakan karena keegoisan sesaat.