13744536501510095201

Let’s talk about love…

Cinta oh cinta…. Satu kata yang mampu membuat orang pintar menjadi linglung, dan yang pendiam berubah menjadi penyair.. Shakespeare said, ” At the touch of love, everyone becomes a poet”.

Yang belum pernah jatuh cinta dan mengenal cinta rasanya rugi jadi manusia. Cintalah yang membuat manusia menjadi manusiawi, karena cinta yang tulus itu sesungguhnya menghilangkan keegoisan diri sendiri dengan mementingkan kebahagiaan orang yang dicintai menjadi sama pentingnya dengan kebahagiaan diri sendiri.

Dalam karir saya menjadi konsultan cinta dan urusan keluarga selama sekian tahun secara formal dan informal, begitu banyak yang datang dan curhat menceritakan bagaimana rasanya “sakit-sakit-manis” jatuh cinta dengan istri atau suami orang, atau dengan seseorang yang dengan berbagai alasan misalnya beda keyakinan, tidak bisa dinikahi. Curhatan hati yang selalu diakhiri dengan pertanyaan lugu yang kedengeran sangat cupu…. ” Lalu aku harus bagaimana ?”

Bisakah kita memilih siapa yang dijatuhi cinta ?. Kalau cinta bisa dilogikakan dan dirasionalkan, maka Pangeran Charles tidak bersanding dengan Putri Camilla yang jelas dari segi fisik kalah jauh dengan almarhum putri Diana.

Kalau jatuh cinta bisa diatur dan disesuaikan, maka namanya akan berubah menjadi “taruh cinta”. Yang namanya jatuh itu berarti insiden yang tidak diketahui penyebab pastinya, dan lokasi tepatnya. Makanya lagu Euis Darliah jaman saya masih main gundu, berkata…”apa..apanya dong ?… “ Mungkin mata, hidung, mungkin juga tidak ada penyebabnya.

Chemistry itu memang menjadi rahasia alam dan hanya yang merasakannya yang bisa memahami bagaimana otak yang tadinya berfungsi baik, bisa mendadak sontak kena virus melumpuhkan, sehingga langit mendung bisa berubah biru, dan melangkah di emperan rasanya seperti terbang di awan awan.

Saya tidak suka bicara mengenai “affair” atau “selingkuh”. Kalau sudah menyangkut topik sensitif ini, berbagai alasan mengapa dan bagaimana , tidak selesai dibahas berminggu minggu. Selalu pada akhir diskusi , akan kembali kepada titik awal : ” The heart has reasons that reason cannot know”.…Memang ribet urusannya jika hati sudah bicara tanpa otak menyertai.

Saya lebih senang mengulik soal cinta, dan mencoba bersama dengan pembaca menelusuri makna dan menghargai cinta pada porsi yang sebenarnya. Bahwa cinta itu membaiki. Cintalah yang membuat seseorang mampu bertahan dalam kesulitan hidup dan setia mendampingi orang yang dicintai. Cintalah yang bisa membutakan mata seseorang sehingga kekasih yang dicintai kelihatan ganteng seperti Brad Pitt, padahal sebenarnya dalam pandangan orang lain, semuanya biasa saja.

Mulai dari jatuh cinta sampai kira kira enam bulan berikutnya, otak dan tubuh manusia akan distimulasi dan dikuasai oleh adrenaline, dopamine and serotonin. Efeknya membuat manusia berdebar tidak karuan, pikiran melayang layang, selera makan hilang, mulut mendadak bisa terasa kering.

Itu sebabnya saya selalu menyarankan untuk tidak mengambil keputusan apapun ketika masih dalam tahapan kelimpungan akibat jatuh cinta dalam periode ini. Give your brain time to recollect itself. Otak anda perlu waktu untuk menjernihkan dirinya kembali.

Cinta sejati adalah cinta yang meskipun buta tidak membabi buta.

Anda jatuh cinta dengan istri atau suami orang ?. Siapa yang bisa melarang ? Siapa yang bisa menyangka ? Terlalu naive jika manusia berpikir bahwa orang baik baik tidak akan pernah mungkin mengalami hal ini. Hey, jatuh cinta itu manusiawi…. Seperti dalam artikel yang saya tulis berdasarkan pengalaman seorang sahabat yang dengan lugu mengatakan…. daripada membenci ? Bukankah lebih baik mencintai ?.

Namun manusia dewasa yang memiliki hati nurani dan kebaikan dalam dirinya , akan bisa mengontrol perasaan ini dan mengarahkan perasaan yang tadinya membabi buta menjadi cinta yang membawa kebaikan bagi semua (termasuk istri atau suami dan anak anak orang yang dicintai itu…)

Manusia yang bisa menghargai keindahan cinta akan sadar bahwa cinta tidak memiliki kapasitas menyakiti orang lain. Ketika anda jatuh cinta dengan pria atau wanita yang sudah berkeluarga, maka jangan lupakan bahwa kalimat “I love you just the way you are” berarti aku mencintaimu seutuhnya sebagaimana kamu ada, yang diterjemahkan lebih jelas lagi bahwa kamu adalah seseorang yang memiliki keluarga, dan karena rasa cintaku kepadamu, aku tidak mungkin mampu merusak dan menyakiti keluargamu. Kata siapa cinta tidak ribet ?… meringis…

Ketika cinta berarti harus memiliki dan menguasai, itu bukanlah cinta sejati yang bernilai. Ketahuilah bahwa cinta tidak bisa dikuasai.. tidak bisa dikekang dan dirantai. Cinta akan dengan tulus memberi dirinya sendiri dalam segala kebaikan.

Cinta dan napsu bisa merupakan kembaran tidak identik pada awal seseorang jatuh cinta. Ini dikarenakan oleh zat dan hormon memabukkan yang saya sebutkan tadi, maka stimulasi secara fisik dari efek jatuh cinta secara otomatis menimbulkan gejolak alamiah yaitu birahi.

Sexual drive atau birahi adalah energi yang membuat seisi dunia ini beranak pinak dan bereproduksi, termasuk hewan. Jadi ketika yang dimiliki hanyalah birahi semata dan bentuk ungkapan cinta seseorang tidak lebih dari sekedar penuntasan berhubungan seks, maka yang perlu ditanyakan : jika cinta hanya seperti ini, apa yang membedakan manusia dengan hewan ?.

Manusia secara istimewa diberi Tuhan akal budi, hikmat dan intuisi. Ini yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup lainnya. Cinta yang disertai dengan hikmat dan akal budi akan membawa manusia seutuhnya menjadi jiwa penyayang yang memiliki kemampuan untuk tidak mementingkan diri sendiri, mampu berempati dan tidak menyakiti hati dan perasaan orang lain, serta memberi aura positif kemanapun dia pergi dan berada.

Mari kita renungkan …. Apakah kita sudah mencintai dan dicintai dengan cinta yang memuliakan dan membaiki ?