Penjaga Garuda itu tidak pernah berhenti melaju. Meski ancaman dan rintangan senantiasa menunggu. Jangan pernah berpikir penjaga Garuda itu berhenti menderu. Karena di setiap sanubarinya tertanam semangat pantang menyerah.

Penjaga Garuda itu adalah prajurit TNI yang tetap setia menjaga keutuhan NKRI. Meski dicaci dan dimaki, para penjaga Garuda itu tidak pernah mau berkata “menyerah”. TNI sudah berubah. Dia bukan lagi ABRI yang ditakuti pada era Orde Baru. TNI mampu meninggalkan kesan militeristik. Bahkan, TNI tidak lagi memiliki kewenangan apapun, selain sebagai alat pertahanan negara.

Pencapaian para penjaga Garuda ini luar biasa. Dalam kurun waktu sepuluh tahun saja, institusi ini mampu menciptakan image yang luar biasa. Tidak ada lagi citra otoriter. Semua itu menjadi pelajaran bagi perjalanan panjang TNI sebagai penjaga Garuda kita.

Citra positif yang ditunjukkan TNI pun lalu membawa hasil positif bagi pembangunan nasional. Saat ini, rakyat Indonesia menikmati pembangunan yang lebih baik. Kondisi keamanan nasional relatif baik, tanpa ada tekanan apapun. Riak-riak kehidupan berbangsa dan bernegara, menjadi gula-gula kehidupan bagi rakyat Indonesia. Itu semua tidak lepas dari peran para penjaga Garuda yang komitmen sebagai alat pertahanan negara. Sama sekali tidak ada niat untuk kembali berpolitik seperti era Orde Baru dulu.

Meski demikian, para penjaga Garuda ini dihadapkan pada tantangan besar. Mereka tidak boleh lengah. Kawasan Asia Timur dan Tenggara menyimpan potensi konflik yang besar. Oleh sebab itu, Kementerian Pertahanan senantiasa mengupayakan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista). Hal ini dilakukan agar para penjaga Garuda kita mampu menyaingi kemampuan tempur tentara di negara-negara kawasan regional.

Di tengah kondisi negara yang aman dan damai saat ini, sudah selayaknya tidak membuat para penjaga Garuda lengah. Mereka harus tetap waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap berbagai ancaman yang datang dari dalam ataupun luar negeri. Setidaknya ada lima hal yang bisa menjadi pedoman bagi para penjaga Garuda.

Pertama, para penjaga Garuda harus senantias meningkatkan keimanan kepada Tuhan YME. Dengan keimanan ini, mereka memiliki benteng untuk mengantisipasi dari perbuatan-perbuatan yang melanggar norma keagamaan dan sosial.

Kedua, para penjaga Garuda harus senantiasa waspada dari godaan kekuasaan. Netralitas prajurit sangat dibutuhkan. Tugas utama dari para penjaga Garuda ini adalah menjaga negara dari ancaman pertahanan dan keamanan. Oleh sebab itu, mereka harus jauh dari keberpihakan golongan dan kelompok yang mengancam keutuhan NKRI.

Ketiga, penjaga Garuda harus bisa memberika suri teladan yang baik bagi bawahan mereka. Dengan adanya keteladanan ini akan melahirkan simpati dari bawahan. Eratnya hubungan antara prajurit dengan komandan, akan melahirkan sinergitas kekuatan yang sulit dikalahkan.

Keempat, para penjaga Garuda harus membangun komunikasi dengan institusi lain, seperti Polri, Pemerintah Daerah, organisasi masyarakat dan lain sebagainya. Dengan adanya komunikasi ini, akan melahirkan kerjasama yang intensif antara kedua belah pihak.

Kelima, para penjaga Garuda harus mampu beradaptasi di lingkungannya. Dia harus menghormati nilai-nilai yang yang dianut oleh masyarakat setempat. Dengan demikian, para penjaga Garuda akan mampu hidup dalam harmoni dengan masyarakat luas.

Dengan adanya lima pedoman di atas, maka profesionalisme prajurit TNI akan semakin hidup dalam masyarakat kita. Jangan Hentikan Laju Penjaga Garuda itu Menderu!