Aku tenggelam dalam subuh yang lugu

Lidahku, jemariku, hingga lisanku membeku

Tiada sanggup kuulang kata yang kemarin senja masih memerah

Mengurung batinmu rapat dalam jurang-jurang gelebah

.

Inginku telusuri dirimu jauh ke dasar bumi

Hingga ke mana langkahmu akan menepi

Namun, tak sejejak pun kutemu celah

Melainkan luka-luka yang sejak kemarin membelangah

.

Kemarin malam, air mata kita masih tenggelam dalam pelupuk bulan

Masih, saat tanah kering setia menanti turunnya hujan

Aku dan engkau berhaukalah

Di sepertiga malam dengan wajah menengadah

.

Tapi, aku hanyalah manusia biasa

Bukanlah habiballah yang luput dari dosa

Kesalahanku yang engkau biarkan pergi bersamamu

Seolah ikut mendorong tubuhku ke arah teratu

.

Kembalilah, jangan hiraukan aku yang kemarin senja

Jangan engkau dengarkan ucapanku yang kemarin berbara

Sungguh, aku rindu saat-saat kita beribadah

Saat engkau pandang diriku dengan basirah