Image

Image

Indonesia

***

Apakah Anda senang melihat wajah Indonesia di kartu pos saya? Saya senang sekali walau cukup banyak tinta yang berceceran. Suku Dayak adalah suku yang menarik perhatian saya sejak masa sekolah, salah satu suku yang mendiami Kalimantan. Dayak Iban sendiri adalah suku yang berada di Kalimantan Barat.

Karena itu, saya sangat senang mendapatkan kartu pos ini. Ada rasa yang membuat lebih dekat dengan suku yang ingin saya lihat keberadaannya itu. Sayangnya, saya tidak bisa bercerita lebih jauh tentang potret anak dengan baju adat yang ada di kartu pos ini karena yang mengirimkannya bukan berasal dari suku tersebut.

Suku Dayak atau dikenal dengan sebutan suku Daya sangat unik menurut saya. Sebagian mereka ada yang masih mempertahankan hidup komunal di rumah betang, bahkan masih ada hidup berpindah-pindah. Hal ini membuat saya membayangkan bagaimana anak-anak harus cepat menyesuaikan terhadap lingkungan baru setiap waktu.  Namun nyatanya mereka bahagia, tidak kurang makan [1], mereka bisa hidup dari hutan dan merawat hutan dengan baik. Bahkan masyarakat Iban di Embaloh Hulu bersama para kepala desa membuat kesepakatan untuk menolak masuknya perkebunan kelapa sawit dan eksploitasi hutan adat [1].

*

Potret anak bangsa Indonesia begitu beragam. Ada yang hidup di kota dan ada yang di desa bahkan ada yang masih tinggal di pedalaman seperti sebagian suku Dayak. Ada yang dibesarkan oleh orang tua yang berpenghasilan tinggi, sedang atau ada juga yang pas-pasan saja. Namun satu hal yang pasti, mereka semua membutuhkan bermain, disamping perlindungan dari orang dewasa tentunya.

Memfasilitasi anak bermainpun berbeda di masa ini; mereka yang hidup di kota, anak yang dibesarkan orang tua yang berpenghasilan menengah ke atas, dengan mereka yang dibesarkan orang tua menengah ke bawah. Mari kita sebutkan tentang kepemilikan telepon genggam. Anak-anak yang di kota cenderung lebih mahir dengan jenis serta penggunaan segala macam teknologi terbaru, sementara yang di desa adalah sebaliknya. Bagaimana dengan perihal tanggung jawab? Walau tidak memukul rata terhadap semua pihak, namun, kehidupan anak-anak di desa cenderung lebih bertanggungjawab dari anak yang ada di kota. Seperti masyarakat Dayak Iban, sejak kecil mereka sudah ikut membantu orangtuanya ke hutan untuk berladang atau menyadap karet.

Saya masih ingat ketika wawancara di salah satu kontraktor. Beliau begitu senang mendengar saya berasal dari daerah. Ketika saya mendengar alasan beliau, poin utama adalah masalah tanggungjawab. Secara umum beliau beranggapan bahwa kehidupan keras di daerah akan membuat seseorang lebih bertanggungjawab akan tugas-tugasnya. Memang tidak jadi patokan, tapi dengan membayangkan anak-anak Dayak Iban yang terbiasa dengan alat-alat menggarap lahan tentunya tidak akan mundur dari suatu pekerjaan di lapangan dengan mudah.

Walau sekolah baru saja ada sekitar tahun 1974 di Embaloh Hulu, semoga ke depan pendidikan akan semakin terbuka bagi masyarakat Dayak Iban, dalam arti, semoga pendidikan itu ditempatkan menjadi sebuah kebutuhan. Agar mereka bisa mengelola serta melestarikan hutan adat Kalimantan dengan cara yang lebih baik lagi