Gaya kepemimpinan Jokowi yang Apa Adanya bukan “Ada Apanya” tentu mendapat nilai positif dari masyarakat, saat ini PDI-P masih belum mengambil keputusan untuk mengusung Jokowi sebagai Calon Presiden 2014 karena elektabilitas belum menjadi tolak ukur bagi PDI-P untuk mengusung seseorang menjadi Capres 2014.

Tingginya dukungan kepada Jokowi untuk dicalonkan sebagai Capres 2014 di berbagai survey menurut penilaian PDI-P merupakan bagian respon masyarakat terhadap gaya kepemimpinan mantan Wali Kota Solo ini yang low profile, apa adanya, tidak serba di atur, tidak ada pencitraan, menyelesaikan permasalahan rakyat secara langsung di lapangan dan kesederhanaan. Tentu ini berbeda dengan gaya kepemimpinan SBY yang kerap dinilai bagi sebagian orang sebagai pencitraan dirinya dan segala permasalahan di masyarakat tidak ditangani secara langsung.

Jokowi tipikal orang jawa yang Njawani, yang selalu menganut prinsip “Mikul Dhuwur Mendeng Jero”, prinsip hidup yang pernah disampaikan pemimpin pendahulu kita Pak Harto yang selalu menjunjung tinggi atasan dan menjaga nama baiknya, menjadikan Jokowi selalu enggan berkomentar perihal pencalonannya “Nggak mikir.. ngga mikir.. ngga mikir…” begitulah kesederhanaannya dalam menyikapi tingginya survey pencalonannya sebagai calon presiden 2014.

Saat ini PDI-P masih berkonstrasi untuk berusaha mencapai target ambang batas parlemen sebesar 20 persen, jika hal itu tercapai barulah PDI-P bisa mengajukan nama Calon Presidennya sendiri.

Terkait siapa yang bakal di usung PDI-P, nama Jokowi sudah disiapkan masyarakat banyak untuk dapat diusung sebagai pemimpin masa depan, karena gaya kepemimpinan Jokowi dinilai telah memiliki figur kepemimpinan yang di damba dan ditunggu oleh masyarakat, hal ini berkembang tanpa melalui sebuah pencitraan, di setiap hari langkah kerjanya diwujudkan dengan bekerja dan bersentuhan dengan target permasalahan langsung, seperti yang pernah dijanjikannya dalam kampanye pemilihan Gubernur DKI beberapa waktu lalu. Bahwa ia menjanjikan untuk selalu berada di tengah-tengah masyarakat, di segala kesempatan dan waktu, ia akan selalu dekat dengan masyarakat walaupun situasi di lapangan diprediksi membahayakan diri terkait ancaman dan lainnya, namun Jokowi tetap hadir menyapa masyarakatnya. Figur pemimpin yang mau mengerti situasi dilapangan inilah yang di tunggu bagi semua lapisan.

Ihwal kemungkinan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto yang nantinya akan menggandeng Jokowi sebagai wakil presiden ataupun sebaliknya, lagi-lagi PDI-P beralasan memiliki mekanisme sendiri untuk memutuskan kader yang bakal maju di pemilihan presiden 2014.