Judul artikel yang terbaca garang ini bukan saya tulis dengan maksud meremehkan atau menyerang para motivator terkenal yang ngetop dan punya banyak penggemar di seluruh Indonesia.

Artikel ini justru saya tulis dengan tujuan agar pembaca bisa menilai secara objektif para motivator yang ada, dan menempatkan keberadaan mereka secara proporsional. Motivator tidak untuk dibenci, namun tidak perlu menjadikan para motivator seperti nabi atau bahkan Tuhan yang tidak pernah keliru, dan apa yang mereka katakan sepenuhnya benar.

Motivator juga manusia… punya kelemahan dan bisa khilaf, sama seperti kita manusia biasa yang tidak sempurna.

Apa itu Motivator ? Dan Seberapa Perlunya ?.

Sederhananya, motivator adalah mereka yang bekerja mencari nafkah dengan cara membagikan kata kata penuh semangat kepada para pendengar atau peserta seminar agar menjadi manusia yang positif, bertekad kuat, penuh semangat, dan tidak mudah menyerah.

Ada juga sebagian motivator yang lebih khusus menempatkan diri mereka pada sektor kesuksesan keuangan. Motivator tipe ini secara konsisten akan mengeluarkan kiat dan petuah untuk berani berinvestasi, jangan cepat menyerah, krismon bukanlah akhir dari segalanya, dan menawarkan berbagai cara untuk bisa lebih cepat kaya dan kalaupun mengalami kebuntuan bisnis, jangan lekas menyerah.

Apakah kita butuh motivator ?. Manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa berdiri sendiri. Dalam menjalani kehidupan ini manusia saling membutuhkan satu dengan yang lain. Dokter dibutuhkan untuk menyehatkan tubuh, sama juga seperti mekanik dibutuhkan untuk memperbaiki atau menyehatkan mesin. Masing masing memiliki peran yang baik dan membawa manfaat kepada sesama. Masing masing kita bisa menjadi motivator kepada sesama yang lain.

Hemat saya semua manusia berperan penting bagi kelangsungan dan keseimbangan dunia ini. Tidak seorangpun bisa mengatakan suatu profesi jauh lebih baik dan mulia daripada profesi lainnya. Sepanjang kita melaksanakan pekerjaan kita dengan sebaik baiknya , dan dengan tujuan mencari nafkah yang halal, maka itu adalah cara kita memberi diri agar bermanfaat bagi sesama dan mendatangkan kebaikan.

Pekerjaan utama motivator hanya mengingatkan saja kepada kita hal hal yang seharusnya sudah kita ketahui, karena secara prinsip dan garis besar, apa yang dikatakan motivator bukanlah hal hal baru yang luar biasa dan terlalu canggih.

Para motivator umumnya digemari karena mereka pandai mengemas kata kata yang dibalut dengan “style” yang memikat, apalagi disertai dengan lelucon ringan. Khususnya oleh mereka yang sedang mengalami stress, atau yang hampir putus asa sedang mencari pekerjaan, mendengarkan motivator berbicara bisa mendatangkan kesejukan dan harapan.

Kesuksesan hidup kita bukan ditentukan oleh motivator. Kita adalah pemeran utama kehidupan kita sendiri. Kita juga yang menentukan apa yang baik bagi hidup kita sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Saya ambil contoh motivator terkenal di Indonesia yang sangat ngetop dan memiliki jutaan fans, Bapak Mario Teguh. Saya tidak pernah anti dengan Pak MT, namun juga bukan fanatik dengan beliau sehingga semua yang dikatakan beliau saya setuju dan mengaminkan.

Cukup banyak hal yang positif bisa saya ambil hikmahnya dari beliau, dan tidak ada ruginya juga kita mendengarkan beliau bicara, apalagi ketika kita tidak harus membayar untuk itu. Salah satu stasiun televisi swasta menayangkan acara Pak MT seminggu sekali. Kalau memang saya kebetulan dirumah, saya memilih mendengarkan Pak MT dibandingkan debat politik atau mengikuti berita seputaran parpol yang bagi saya tidak membawa manfaat apa apa.

Saya bersyukur sekali bahwa saya memiliki orang tua yang luar biasa. Ayah saya adalah motivator sejati yang memberikan petuah lewat keteladanannya, dan bukan sekedar berkata kata dan mengucapkan kalimat kalimat tinggi.

Ada begitu banyak orang di sekeliling kita yang bisa kita jadikan panutan dan mengambil hikmah dari kebaikan yang mereka lakukan. Ketika kita berpikir positif dan memiliki keinginan untuk belajar, bahkan anak kecilpun bisa mengajarkan kepada kita sesuatu yang bermanfaat.

Tidak ada manusia yang know-it-all, dan serba mengetahui segalanya. Oleh sebab itu kita perlu bergaul dan berteman dengan baik. Agar ketika kita mengalami kesulitan dan dirundung masalah , maka orang orang dekat kita akan bisa membantu mengingatkan atau menghibur dengan kehadiran mereka yang menunjukkan kepedulian. That’s what friends are for ! We are here to help one another.

Tidak usah terlalu anti dengan motivator. Mereka hanya melakukan pekerjaannya, dan banyak orang yang merasa sangat memerlukan kehadiran mereka untuk memberi semangat. Biar sajalah. Toh motivator bukan koruptor yang mencuri uang rakyat dan mengambil apa yang bukan hak mereka.

Kalau ada orang yang bersedia membayar untuk mendengarkan hal hal umum yang sebenarnya sudah harus mereka ketahui lewat pelajaran kehidupan setiap hari, maka itu adalah hak mereka dan rejekinya para motivator. Kita juga tidak dirugikan bukan ?.

Tidak perlu juga menganggap motivator seperti manusia super yang terlalu hebat dan bisa mengangkat derajat kehidupan orang orang yang mendengar dan menghadiri seminarnya. Sutradara kehidupan adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Kita masing masing dipercayakan untuk menjadi pemeran utama kehidupan kita sendiri.

Mengapa manusia banyak yang kacau ? Karena banyak manusia yang lupa dan lalai menjalankan peran kehidupannya sendiri, malah sibuk memerankan dan mengurusi kehidupan orang lain.

Kita belajar dari kesalahan. Kita menjadi lebih baik dan bijaksana karena pernah keliru. Alangkah lebih bijaksananya juga seandainya kita bisa belajar dari kesalahan orang lain, dan memastikan diri kita untuk tidak melakukan hal yang sama, agar kita terhindar dari kesulitan hidup. We don’t have enough time to make all the mistakes. Why not learn from other’s mistakes ?.

Ini pendapat saya mengenai motivator : Saya tidak akan membayar dan mengeluarkan uang untuk mendengarkan seseorang bicara atas hal hal umum yang seharusnya sudah saya ketahui mengenai kehidupan. Lebih baik uangnya saya pakai untuk disumbangkan bagi yang lebih membutuhkan. Namun ketika saya punya waktu dan bisa mendengarkan secara gratis di Televisi , maka itu akan saya lakukan karena membawa manfaat lebih dibandingkan mendengar debat poltik tanpa ujung dan berlarut larut tidak jelas.

Sederhananya : Kalau gratis iya, kalau bayar tidak mau! gitu aja kok repot….