Gajah mati meninggalkan gading,harimau mati meninggalkan belang ; Peribahasa itu sepertinya mengiringi kepergian Taufiq Kiemas (TK),suami Megawati Soekarnoputri dan Ketua MPR RI periode 2009-2014 pada tgl.8 Juni 2013. Banyak tokoh di negeri ini kemudian membuka memorinya untuk menyatakan pendapatnya tentang sosok Taufiq Kiemas yang sangat kurang didengar oleh masyarakat luas. Banyak masyarakat luas di negeri ini barangkali kurang mengenal secara dekat sepak terjang Taufik Kiemas di masa hidupnya,anak-2 Sekolah Dasar pun mungkin hanya tahu bahwa TK adalah ketua MPR periode 2009-2014,dan untuk masyarakat pemilih Pilpres 2004 dan 2009 masih mengingat betul bagaimana waktu itu disuguhi gosip kurang sedap tentang pribadi dan bisnis SPBU TK ,yang akhirnya orang lebih cenderung memilih SBY katimbang Megawati yang didampingi TK.

Entah karena budaya sungkan atau penyakit ingatan pendek yang melanda orang Indonesia,maka sosok TK digambarkan begitu baik,anggun dan bersahaja oleh berbagai kalangan yang memberi komentar di media ; Ataukah memang sosok TK seperti itu adanya? Semua orang pada bertanya-tanya mendengar sosok TK pasca meninggalnya. Koq baru sekarang…?

Buku yang ditulis oleh TK menjelang akhir hayatnya sepertinya memberikan jawaban atas berbagai hal yang belum diketahui oleh masyarakat luas tentang TK ; Seperti pernyataannya tentang SBY sebagai “Jenderal kanak-kanak” pun disebutkan kenapa TK mengatakan hal tersebut. Ini sangat menarik,sebab tidak semua orang mampu menjelaskan setiap perbuatannya yang mengundang kontroversi dan bahkan mendatangi “lawan politik”nya dengan membawa buku yang ditulisnya. Bahkan sisi misteri Soeharto pun masih banyak tidak terungkap dan dijelaskan olehnya ketika dirinya masih hidup,demikian juga tokoh-2 lain yang masih hidup sekarang ini sulit mengungkapkan “sisi lain” yang terjadi pada dirinya.

Namun kenapa gosip yang kurang sedap tentang TK muncul setiap Megawati mencalonkan diri sebagai Capres di 2004 dan 2009 yang lalu? Apakah hembusan gosip kurang sedap tentang sosok TK sengaja dihembuskan oleh lawan politiknya untuk menjatuhkan sosok Megawati…? Kenapa sekarang tokoh-2 yang notabene dulu adalah lawan politik TK sekarang menyanjungnya setelah dirinya wafat…? Anomali politik seperti ini menjadikan rakyat seperti sedang dibodohi dan dijadikan “bola mainan” oleh para elite politik. Bukankah seharusnya orang yang baik dan setia kepada Pancasila,UUD 1945,Bhineka Tunggal Ika dan NKRI yang seharusnya menjadi Presiden RI agar negara ini bisa kembali berjaya…?

Sebaiknya ada yang meluruskan hal-2 yang kurang sedap yang muncul terhadap sosok TK,supaya yang baik selalu diingat,dan yang buruk pun supaya ditanggalkan untuk tidak dilakukan oleh siapapun. Kalau gosip itu tidak ada,sebaiknya juga dilepaskan supaya tidak ada fitnah diantara kita…..

Tentang 4 pilar kebangsaan yang dicetuskan oleh TK,yaitu Pancasila,UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika serta NKRI pun masih terjadi simpang siur di kalangan tokoh Nasional dalam menyepakati 4 pilar tersebut. Sebab agak lucu juga kalau Pancasila dan UUD 1945 disandingkan sebagai pilar yang mempunyai bobot yang sama,sebab di dalam pembukaan UUD 1945 lah 5 Sila di Pancasila di sebutkan…Sedangkan Pancasila adalah “way of life” bangsa Indonesia,tetapi UUD 1945 adalah produk hukum tertinggi yang dimiliki oleh rakyat Indonesia. Bhineka Tunggal Ika dan NKRI adalah bagian dari UUD 1945 yang memang secara eksplisit secara lugas disebutkan dalam pasal-2nya. Mungkin agak sulit mencerna 4 pilar yang dicetuskan oleh TK dari sudut hukum dan bernegara,tetapi bagaimana pun apa yang dicetuskan oleh TK mengingatkan semua orang bahwa rakyat Indonesia sudah lama tidak menaruh perhatian terhadap 4 hal tersebut dalam kehidupan berpolitik,sosial dan bermasyarakat. Intoleransi dan memaksakan kehendak kelompok dan golongannya begitu nampak kuat terjadi di beberapa daerah dengan alasan agama tertentu. Inilah yang barangkali membuat keprihatinan TK di dalam melihat Indonesia sekarang ini.

Bung TK telah tiada,siapa yang akan mempopulerkan 4 pilar tersebut bila para tokoh di negeri ini saja masih ada yang belum sepakat….?