Sedang apa dia disana

Duduk dibawah pohon cemara

Bersandarlah ia pada batang yang kokoh

Mata sayu tak bias tersembunyi

Tangannya perlahan bergerak

Mengelus sebuah boneka

Konon, itu pemberian dari mak Dijah

Dari jauh aku terus memandanginya

Bibirnya tak berhenti terbuka lalu terkatup

Sesekali ada rintik hujan jatuh dari ujung matanya

Sudah kuduga pilu menerpa

Lagi-lagi aku bermain duga

Sudahlah hari sudah beranjak senja

Mari meninggalkan duga yang tak terduga