KPK masih tunggu hasil audit kerugian Hambalang, demikian berita terakhir perkembangan kasus ini.

“Saya belum dapat informasi, kapan penghitungan itu selesai,” kata juru bicara KPK Johan Budi, (Tempo, Senin, 20 Mei 2013).

Belum selesainya penghitungan kerugian negara ini juga menjadi alasan KPK belum menahan tersangka Andi Mallarangeng, “Kalau hasil auditnya sudah lengkap, kami akan tahan,”kata Ketua KPK, Abraham Samad, beberapa waktu lalu.

Namun apa tanggapan Ketua BPK Hadi Purnomo menyangkut audit ini. Menurut Hadi, saat ini pihaknya belum bisa menyelesaikan perhitungan karena ada Standard Operational Procedure (SOP) yang harus dijalankan oleh BPK.

“Penghitungan kerugian negara, ada SOP-nya. Bagi aparat penegak hukum, menginginkan wajib mengirim surat, kemudian dipaparkan kasusnya. Kalau BPK menerima ada dugaan perbuatan melawan hukum, BPK bisa menghitung kerugian negara, BPK meminta dokumen, baru menghitung kerugian negara,” paparnya. (detiknews, Selasa, 28/5/2013). Demikian tutur Hadi, seperti mengisyaratkan ada prosedur yang belum dipenuhi oleh KPK.

Benarkah KPK belum memenuhi persyaratan SOP dimaksud, kenapa hal ini bisa terjadi..?.

Publik bisa saja menuding bahwa ini strategi KPK untuk mengulur-ulur kasus Hambalang.

Kata-kata bersayap Busyro beberapa waktu lalu, bisa pula menjadi pembenaran atas kasus saling lempar bola ini.

“Kami menyimpulkan bahwa penyelidikan kasus ini tidak berhenti dan tidak pernah berhenti”, ujar Busyro (vivanews, 13 Juli 2012).

Busyro merasa tidak cukup hanya mengatakan “tidak berhenti”, tapi mempertegas lagi dengan kata-kata “tidak pernah berhenti.

Tidak berhenti menyelidiki = terus saja menyelidiki

tidak pernah berhenti menyelidiki = selamanya menyelidiki

Artinya, penyelidikan oleh KPK bisa bertahun-tahun, berwindu-windu tanpa batas waktu.

Hal ini bisa dimaknai sebagai isyarat Busyro bahwa kasus Hambalang tidak akan naik ke tahap 2 (penuntutan).

Jika sampai pemilu 2014 status Hambalang tidak berubah, maka hal itu sudah sesuai janji Busyro.

Demikian analisisnya, namun yang lebih tahu tentu Busyro sendiri, silahkan dia dan pimpinan KPK lainnya bertanya pada hati nurani mereka.

Iklan