berbohongkah aku ketika aku mengatakan
aku lapar karena tidak ada nasi dan lauk
berbohongkah aku ketika aku menumpang tidur
aku terbaring letih di bawah kolong jembatan
dan emper toko ketika malam-malam sudah sangat dingin

berbohongkah aku ketika anak-anakku bertanya
ibu, siapa ayah kami dan di mana dia kini
aku hanya mengatakan, ayah kalian adalah ibu yang ada di sini
tapi hatiku terasa teriris dan pedih
karena anak-anakku tidak pernah tahu tentang itu

sebenarnya aku tidak ingin berbohong ketika dulu
ayah dan ibu tak menyuruhku ke sekolah walau aku membantah
ayah dan ibu tak menyuruhku belajar dan tas serta bukupun aku tak bisa melempar
ayah dan ibu tak menyuruhku tidur di rumah lalu aku ikut berkemah
ayah dan ibu akhirnya menyuruhku pergi dan aku lari dan aku liar

sebenarnya aku tidak ingin berbohong ketika perutku waktu itu kian membesar
tidak ada yang tahu
tidak juga ayah dan ibu
tiga kali aku menggugurkannya
sampai anakku yang keempat aku tak mampu lagi menggugurkannya
lahir anakku pertama, kedua dan ketiga

berbohongkah aku jika sampah dan plastik sisa
aku curi dari tong sampah yang tak terurus pemerintah
aku kumpul dan jual ke mereka
dan anak-anakku besar juga oleh uang sampah
hingga mereka juga pintar memungut sampah

berbohongkah aku jika anak-anakku bertanya
ibu, kapan kami sekolah dan memakai rok merah
aku mengatakan rok merah tidak ada lagi yang menjualnya
dulu pun aku hanya sebentar memakai rok merah