Hari Sabtu dan Minggu pas liburan kemarin

Hari sudah gelap. Habis hujan deras

Saya bawa anak-anak ke tempat simbahnya di Kulon Progo

Kebetulan anak saya yang kecil minta dibelikan layang-layang buat besoknya

Kami pun mampir ke sebuah warung kecil di pinggir jalan di derah Ngestiharjo

Agak kaget

Di depan warung saya melihat beberapa anak kecil tengah menikmati sesuatu

Bak orang dewasa

Iseng saya tanya

“Sedang apa, Dik?”

“Sedang melokok Pak?” dengan suara agak cedhal. Maklum anak-anak

1369624982339067646

Saya kaget…

Lalu saya masuk ke warung dan bertanya ke pemilik

“Bu…itu anak-anak di depan makan apa ya?

Gayanya seperti orang merokok?”

“Itu mas…Candy Stick……

Mereknya “M…”

Bentuk memang mirip sekali dengan rokok

Murah kok…Cuma 500 perak per bungkus. Makanya laris manis”

Penasaran, saya borong satu pak isi 20 bungkus

Di rumah, saya buka.

Ternyata bungkusnya memang mirip sekali dengan rokok (nama produk saya tutup)

1369625134758605933

Saya buka isinya…..Luar biasa. Sangat mirip dengan rokok

Kemasannya pun demikian. Panjangnya juga hampir sama.

1369625432253181384

Lalu batangan “rokok” ini pun terdiri dari 2.

Bagian bawah (berwarna) mirip gabus rokok filter

Bagian atas mirip dengan yang dinyalakan.

13696254811207630236

Lalu, saya balik bungkusnya, ternyata “rokok” ini sudah mengantungi ijin BPOM

Kemudian, saya buka Google….mencari nama produk ini.

Namun tidak ketemu juga.

Apakah mungkin sebuah produk yang sudah lolos BPOM tak bisa diakses?

Seandainya memang benar lolos, apa yang ada di benak pihak BPOM

Saat meloloskan produk ini?

Tak terbayangkah wajah anak-anak meniru gaya orang dewasa merokok saat

Menikmati stick candy ini?

Apakah pihak terkait HANYA berurusan pada halal, haram atau layak konsumsinya sebuah produk

Dan kelak

Gaya yang sudah dikuasainya akan diteruskannya dengan menjadi Real Smoker

Sayang sungguh disayang

Jika pihak terkait hanya berurusan pada halal dan haram sebuah produk

tanpa mempertimbangkan dampak negatifnya pada generasi penerus

Padahal media-media di tanah air sudah sangat membatasi keberadaan iklan rokok

Baik media cetak maupun elektronik

Tanpa menunjukkan perilaku orang yang merokok

Kemasannya maupun isinya

Hanya nama saja….

Bahkan, stasiun televisi yang memutar film-film akan mengaburkan (blurring)

Adegan-adegan dimana terdapat pelakunya sedang merokok

Kalau sudah begini