Pemimpin yang disenangi rakyat adalah yang mau turun ke lapangan, menyapa warga dan melihat permasalahan secara langsung. Tapi buat Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, cara itu malah tidak maksimal jika menjadi hobi.

“Kepala daerah memang harus turun ke lapangan, tapi jangan tiap hari juga,” kata Mendagri dalam sambutannya saat membuka acara seminar ‘Orientasi Kepemimpinan dan Penyelenggaraan Pemerintah’ di Gedung Badan Diklat Kemendagri, Jakarta Selatan, Senin (29/4).

Hal itu dipesankan di hadapan sembilan bupati, tiga wakil bupati, dua wali kota, dan 20 wakil wali kota.

Entah kepala daerah mana yang sedang disindir Mendagri. Hanya saja, kalau melihat saat ini kepala daerah yang gemar turun ke lapangan tanpa waktu yang direncanakan adalah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi.

Menurut Gamawan, seharusnya semua kepala daerah mempunyai kegiatan yang terjadwal atau diagendakan. Artinya waktu dan lokasi tinjauan ke lapangan ditentukan.

“Harus ditentukan waktu-waktunya untuk ke lapangan melakukan sosialisasi dengan masyarakat,” imbaunya.

Gamawan paham blusukan menyapa warga memang sangat penting untuk seorang pemimpin. Tapi jika dilakukan tanpa waktu yang jelas, kegiatan positif itu malah akan mengganggu agenda-agenda yang seharusnya menjadi poin utama untuk dilakukan.

“Sebenarnya saya mengakui turun ke lapangan bagi seorang memimpin memang diperlukan tapi jika keseringan itu jadi tidak baik. Jika seorang pemimpin, ingin melakukan blusukan harus memerlukan manajemen yang baik agar tidak mengganggu fungsi utamanya. Kalau sejak awal nanti proses fungsi manajemen berjalan baik, maka pemerintah daerah akan berjalan dengan baik pula,” tegas Gamawan.

Gubernur Jokowi memang gemar blusukan keluar masuk kampung di Jakarta. Jokowi yakin dengan cara ini, dirinya bisa memahami dan mencari solusi langsung masalah yang terjadi di masyarakat.

Gaya blusukan Jokowi juga diikuti beberapa pejabat di negara ini termasuk Presiden SBY.

Iklan