Kisah Serda Nicolas dan 11 prajurit penyerbu Lapas Cebongan

Nicolas Sandi Harewan. ©2012 Merdeka.com

235
 

Kopassus tengah menjadi sorotan setelah 11 anggota Grup 2 markas Kandang Menjangan menjadi pelaku penembakan yang menewaskan 4 tahanan di Lapas Cebongan, Sleman. Berbanding terbalik dengan Serda Nicolas Sandi Harewan, anggota Kopassus yang menggagalkan upaya pemerkosaan, beberapa waktu lalu.

Aksi kepahlawanan prajurit Kopassus Serda Nicolas Sandi Harewan menggagalkan upaya pemerkosaan, mendapat pujian dari para petinggi korps baret merah ini. Atas aksi heroik Nicolas itu, dia mendapatkan penghargaan yang diserahkan oleh mantan Danjen Kopassus Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya.

“Nicolas ini badannya kecil, tetapi nyalinya besar,” kata Wisnu saat menyerahkan penghargaan.

Jenderal bintang dua itu itu meminta kepada seluruh prajurit untuk mencontoh keberanian Nicolas. Aksi Nicolas merupakan contoh nyata sikap prajurit Kopassus yang ramah, sopan santun, dan membantu masyarakat.

Danjen Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo dalam pidato pertamanya juga memuji aksi Nicolas dan dia juga beranggapan naluri Nicolas adalah naluri intelijen yang dipadu dengan naluri tempur.

“Dia bisa memakai kedua nalurinya itu untuk membantu masyarakat. Itulah bentuk kepedulian tinggi seorang prajurit Kopassus,” kata mantan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) ini.

Namun, ke 11 prajurit Kandang Menjangan tampaknya tidak meresapi perintah jenderal tersebut. Mereka secara membabibuta menembak empat tahanan yang disebut-sebut sebagai preman itu.

Buntut dari perbuatan mereka membuat Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Hardiono Saroso dicopot dari jabatannya.

Iklan