Seorang pejabat pemerintah Malaysia mengatakan Perdana Menteri Najib Razak telah membubarkan parlemen untuk mengadakan pemilihan umum bulan ini.

Stasiun televisi ABC News melaporkan Rabu (3/4), pengumuman itu dia sampaikan dalam siaran televisi nasional pagi ini.

Najib yang memimpin koalisi Barisan Nasional mengatakan dia telah mendapat persetujuan kerajaan untuk segera membubarkan parlemen.

Komisi Pemilihan Umum Malaysia akan mengadakan rapat dalam pekan ini untuk menentukan tanggal pemilu.

Seorang pemimpin partai dalam koalisi Barisan Nasional memperkirakan pemilihan umum di Malaysia bakal dilangsungkan pada 20 atau 21 April. Jadwal itu berlaku sepekan setelah penetapan calon anggota parlemen.

Banyak kalangan menilai, peluang Barisan Nasional dan Pakatan Rakyat dalam pemilu kali ini sama kuat. Najib akan bersaing dengan pemimpin oposisi Anwar Ibrahim yang didukung koalisi tiga partai. Ini menjadi pesta demokrasi paling ketat sejak Malaysia merdeka pada 1957.