SEMARANG, suaramerdeka.com – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Ikatan Advolat Indonesia (Ikadin) Semarang menggelar diskusi tentang perlindungan profesi advokat hari ini, Sabtu (23/3) di Hotel Grasia Semarang. Diskusi itu dimaksudkan agar profesionalisme advokat tetap terjaga.
“Advokat adalah profesi yang berhubungan dengan segala lapisan masyarakat. Kemungkinan muncul tindakan dari pihak yang mengaku-ngaku advokat sering terjadi. Dampaknya juga mengenai advokat yang memang profesional,” kata Ketua DPC Ikadin Semarang, HD Junaedi, Jumat (22/3).
Dikatakan dia, advokat yang bisa beracara di pengadilan adalah yang memiliki izin dan memegang berita acara sumpah. HD Junaedi juga menjadi pembicara dalam acara ini, disamping Profesor Yos Johan Utama dari Fakultas Hukum Undip. Perlindungan profesi itu juga dilakukan dalam bentuk penindakan atas pelanggaran kode etik melalui dewan kehormatan.
“Selain itu, jika ada panggilan dari kepolisian atau kejaksaan harus melalui organisasi advokat,” tambah Junaedi yang mengetuai Ikadin sejak tahun 2003.
Diskusi tersebut akan mengawali Rapat Anggota Cabang yang akan memilih Ketua DPC Ikadin Semarang periode 2013-2017. Beberapa calon yang sudah lolos kualifikasi sebagai Ketua DPC Ikadin Semarang menyatakan siap. Salah satunya Broto Hastono yang saat ini menjabat Bendahara I DPC Ikadin Semarang.
Broto menyepakati bahwa profesi advokat harus dilindungi. Sebab saat ini anggapan miring terhadap profesi advokat masih ada, bahkan masih muncul penilaian bahwa advokat adalah makelar kasus. Menurut Broto, anggapan itu karena pengetahuan masyarakat yang terbatas dan belum semua advokat memiliki kompetensi semestinya.
“Saya ingin advokat benar-benar menjadi penegak hukum dan berfungsi nyata. Bukan sebagai makelar kasus. Karena itu profesionalisme harus ditingkatkan,” kata Broto.
Ia sendiri sudah menyiapkan progra pelatihan dan diskusi hukum, jika terpilih menjadi ketua. “Tak hanya advolat, tapi masyarakat, siswa dan mahasiswa yang tertarik di bidang hukum bisa ikut, nanti dibuat grup-grup diskusi non-formal,” lanjutnya.

Iklan