ibas

Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) melaporkan Yulianis, mantan anak buah Muhammad Nazaruddin, dengan tuduhan pencemaran nama baik. Pernyataan Yulianis yang merugikan Ibas itu dimuat di Koran Sindo pada 16 Maret 2013 halaman 1.

“Saya berharap masyarakat tidak terganggu dan dibingungkan oleh pemberitaan yang sama sekali tidak didukung oleh data dan cenderung mengarah ke fitnah,” kata Ibas.

Hal itu dikatakan Ibas usai melaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya, Rabu (20/3) malam. Ibas, yang berbatik hijau, ditemani kuasa hukumnya.

Dalam pernyataan pers tanpa sesi tanya jawab itu, Ibas kembali mengulang isi pemberitaan Koran Sindo yang membuat pernyataan Yulianis. Di harian itu, Ibas disebut, “Telah menerima uang sebesar USD 200 ribu terkait dengan kongres Partai Demokrat pada tahun 2010 di Bandung.”

Soal pemberitaan itu, Ibas pun kembali menyangkalnya. “Saya mengulangi sekali lagi bahwa hal tersebut sama sekali tidak benar. Saya tidak pernah menerima uang sebagaimana yang dikatakan saudari Yulianis. Sementara saya pun tidak pernah kenal dengan saudari Yulianis,” ujarnya.

Ibas berharap laporan tersebut segera ditindaklanjuti oleh kepolisian. “Sehingga tidak terus menerus bergulir menjadi bahan pembicaraan yang tak menentu di kalangan masyarakat,” ujarnya.

Selama jumpa pers, Ibas memang lebih banyak membicarakan pemberitaan Koran Sindo. Namun, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto, memastikan bahwa yang dilaporkan Ibas adalah Yulianis. “Terlapor saudara Y, bukan media,” ujar Rikwanto tentang laporan Ibas bernomor Tbl/909/III/2013/PMJ/Ditreskrimum.

Iklan