Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Nama pengganti Anas Urbaningrum mulai bermunculan. Salah satunya Ketua DPR yakni Marzuki Alie.

Ditemui usai pertemuan konsultasi antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pimpinan DPR, ia tidak ambil pusing dengan penyebutan bahwa dirinya akan menggantikan Anas. “Kalau orang mau menyebut, silakan saja. Kan tidak ada yang salah, kan orang nyebut,” katanya, Senin (25/2).

Menurutnya, dalam internal Partai Demokrat, tidak ada istilah penunjukan agar seseorang menempati jabatan tertentu, apalagi jabatan tersebut adalah ketua umum partai. Menurutnya, semuanya nanti akan melalui mekanisme demokrasi dan mekanisme internal partai.

Ia lebih banyak mengelak ketika didesak akan menggantikan posisi Anas. Termasuk kemungkinan akan adanya kongres untuk melegalkan proses tersebut. “Kita bicara nanti. Lebih baik tidak dibicarakan sekarang,” katanya.

Namun, ia membenarkan jika Ketua umum dipilih oleh kongres. Penggantiannya pun kemungkinan besar dengan mekanisme kongres tersebut. Menurutnya, saat ini persoalan kandidat pengganti masih lama dan belum akan dibicarakan dalam waktu dekat.

Sekarang ini, lanjutnya, yang terpenting DPP Partai Demokrat tetap bisa berjalan sebagiamana biasanya. “Sebagaimana kita putuskan dalam Majelis Tinggi bahwa operasionalisasi DPP dilaksanakan oleh dua wakil ketua umum, Sekjen, dan direktur eksekutif, sesuai dengan AD/ART Partai Demokrat. Kita tidak boleh berhenti dengan penguduran diri Mas Anas sebagai Ketua Umum Partai Demokrat,” katanya.

Sementara mengenai surat pengunduran diri, pihaknya belum mendapatkan kabar jika surat tersebut sudah sampai ke tangan DPP. Ia juga belum mengetahui apakah Anas mundur sebagai Ketua Umum saja atau mundur sebagai kader partai.

“Kita menunggu surat resmi yang bersangkutan apakah berhenti sebagai kader atau tetap sebagai kader, kita tunggu saja,” katanya.