indexTerkait pengrusakan plang penunjuk kantor kesekretariatan DPC PKS Kecamatan Genuk yang dicorat-coret tulisan “SAPI” pada Jumat pagi (1/2), seluruh Kader PKS Jateng diminta harap tenang dan waspada.

Pasalnya, pengrusakan plang tersebut bisa memicu situasi antar internal dan external partai menjadi tidak kondusif, di tengah masalah kasus suap daging impor yang menimpa mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaq.

Tak hanya di Semarang bentuk serangan dan pelecehan PKS terjadi. Tetapi di berbagai daerah pun sejak Kamis (31/1) malam, muncul spanduk-spanduk yang menghujat dan mendiskreditkan partai berlambang padi dan bulan sabit tersebut.

Tak tanggung-tanggung, selain dipasang di tempat strategis, spanduk berbahan MMT tersebut juga dipasang di kantor-kantor daerah. Seperti di Daerah Istimewa Yogyakarta, ada lima spanduk yang kini sudah dicopot.

ee

Ketua DPD PKS Jateng, Drs Fikri Fakih, MM saat jumpa pers di rumah aspirasi DPD PKS Jateng Jalan Batusari Baru, Semarang, Jumat (1/2) siang mengatakan, para kader dan simpatisan PKS diharap tidak terprovokasi dengan adanya segala bentuk serangan tersebut. Pasalnya, ulah ini memang jelas sekali direncanakan secara sistematis oleh orang profesional.

“Saya minta seluruh kader dan simpatisan PKS yang ada di Jateng, harap tenang dan tidak terpancing emosi,” ujarnya.

Dia menambahkan, kasus ini memang ujian berat bagi komitmen PKS terhadap pemberantasan korupsi. “Kami selaku DPD PKS Jateng tetap mendukung apa yang sedang dilakukan oleh KPK dalam pemeberantasan korupsi, meskipun hal itu menimpa kader PKS sendiri,” lanjut Fikri.

Pihaknya tetap akan mendukung penuh dan menghormati terhadap pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK maupun penegak hukum lainnya. Dia juga berpesan, para kader PKS agar tetap solid dan tidak terprovokasi mendukung PKS hingga kasus tersebut selesai.