wpid-1_pasti-pas-pertamina_copy1

Menteri Keuangan, Agus Martowardojo menyatakan, harga BBM harus naik pada 2013. Bila kenaikan harga tidak dilakukan, maka anggaran negara tidak akan sehat.

 

“Keseimbangan anggaran akan tergangu di 2014. Apabila bila tidak dilakukan langkah-langkah kebijakan penyesuaian harga BBM di tahun 2013 dan 2014,” ujarnya Kamis (26/4). Hal ini tak lain karena alokasi anggaran untuk subsidi energi akan terus meningkat. Bisa mencapai Rp 319,7 triliun atau 19 persen dari belanja negara. Dan selanjutnya pada 2014 akan semakin tinggi sekitar Rp 347,2 triliun.

Pada 2013, harga ICP akan mencapai 100-120 dolar AS per barel. Dengan volume BBM bersubsidi sekitar 45 juta kilo liter. Angka ini meningkat dari target konsumsi BBM bersubsidi tahun ini yang ditetapkan sebanyak 40 juta kiloliter.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada 2013 diperkirakan sekitar 6,7-7,3 persen. Inflasi sebanyak 3,5-5,5 persen, suku bunga 4,5-5,5 persen, nilai tukar rupiah sekitar RP 8.700 – 9.300 per dolar AS, dan lifting sekitar 940 – 970 ribu barel per hari. Sedangkan defisit lebih rendah dari target defisit pada 2012 yaitu hanya 1,74 persen. Sementara di 2014 akan lebih rendah lagi yaitu 1,23 persen dari PDB. Rasio utang 23 persen pada tahun 2012 dan sekitar 22 persen di 2013

Agus pun menyatakan, Mei mendatang pemerintah akan mengumumkan keputusan tentang BBM. “Kami merujuk pada bulan Mei, harus ada yang diumumkan,” katanya. Masalah pembatasan, dan penghematan akan diluncurkan dan disampaikan oleh presiden pada waktunya. “Sekarang inI dalam pembahasan,” katanya.

Begitu banyak alasan yg dikemukakan Pemerintah ketika ingin menutup subsidi buat rakyat kecil.Simak, ketika menghilangkan Minyak Tanah dengan konversi ke Gas, banyak alasan dikemukakan.Tetapi disatu sisi ketika PEMERINTAH mengemukakan bahwa CADANGAN DEVISA meningkat tetapi satu sisi PEMERINTAH tidak sanggup menutupi subsidi buat rakyat, salah satunya lewat subsidi BBM.

Aling-aling pembatasan pemakaian BBM untuk Mobil dan Motor belum bisa diatur dengan baik mekanismenya, bingung dan mentok.Solusi yg terakhir pun dilakukan kenaikan BBM bulan April 2012 nanti.

Beberapa penuturan aparat pemerintah seperti :

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menyatakan, pemerintah menyampaikan permohonan maaf atas kebijakan kenaikan harga BBM. ’’Mohon maaf kepada rakyat Indonesia, (harga) BBM akan naik,’’ katanya kemarin.

Meski begitu, dia belum bisa memastikan besaran kenaikan harga BBM tersebut. Begitu juga dengan waktu pemberlakuannya. ’’Kami tengah menghitung, jangan terburu-buru. Kami hitung yang terbaik untuk rakyat,’’ ujar mantan Menkop dan UKM itu.

Pemerintah, lanjut Jero, tetap akan memikirkan bantuan bagi masyarakat miskin karena kenaikan harga BBM. Selain itu, langkah efisiensi akan ditempuh. ’’Walaupun yang terjadi kantong kita mengempis, negara akan melakukan efisiensi. Ada beberapa yang kami tunda sehingga rakyat tidak terlalu berat,’’ urainya. Dia meminta publik menunggu hingga APBN perubahan (APBNP) rampung dibahas bersama DPR.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution berpendapat, kenaikan harga BBM harus dilakukan untuk mengamankan fiskal. Dia menyatakan, meski inflasi akan meningkat tahun ini, kebijakan kenaikan harga BBM tetap merupakan pilihan tepat bagi pemerintah. ’’Kenaikan harga BBM memang perlu untuk mengamankan APBN,’’ tegasnya setelah menghadiri seminar Indonesian Economic Policy in A Challenging Global Economy di Jakarta kemarin.

Menurut Darmin, jika kenaikan harga premium mencapai Rp1.500 sehingga menjadi Rp6.000 per liter, inflasi tahun ini bisa melebihi 5,5 persen. Dalam APBN 2012, inflasi ditargetkan 5,3 persen.

Dia menjelaskan, kenaikan harga BBM juga diperlukan untuk mengurangi permintaan impor minyak yang cukup besar. Dia mengungkapkan, tahun lalu terjadi defisit neraca minyak dan gas. Itu merupakan yang pertama terjadi dalam puluhan tahun terakhir.

Pada kesempatan terpisah, Menko Perekonomian Hatta Rajasa menuturkan, pemerintah tengah melakukan simulasi penghitungan harga. Menurut dia, saat ini ada banyak masukan. Misalnya, besaran kenaikan harga Rp1.000 hingga Rp2.000 per liter. ’’Kami akan melakukan exercise yang sebaik mungkin,’’ ujarnya.

Dia menyatakan, pemerintah kini juga memikirkan perlindungan sosial setelah kenaikan harga BBM. Sebab, inflasi akan memukul masyarakat miskin lebih dulu. ’’Padahal, 70 persen daya beli rakyat miskin itu untuk membeli pangan. Jadi, itu harus dicarikan kompensasi yang tepat,’’ kata Hatta.

Kriteria sasaran penerima kompensasi kenaikan harga BBM juga tengah disiapkan. Bisa saja pemerintah menggunakan target penerima beras untuk rakyat miskin yang mencapai 17,5 juta rumah tangga atau sasarannya diperluas. Pemerintah telah memiliki daftar nama 40 persen penduduk dengan pendapatan terendah. ’’Kami bisa memilih,’’ ujarnya.

Menkeu Agus Martowardojo menyampaikan, dana kompensasi kenaikan harga BBM bisa berasal dari optimalisasi dan penghematan sejumlah anggaran. ’’Itu kami alokasikan untuk stimulus dan kompensasi. Itu bagi yang membutuhkan,’’ jelasnya.

Bentuk kompensasinya, kata dia, masih dikaji pemerintah. Pada 2005, pemerintah memiliki pengalaman melaksanakan program bantuan langsung tunai (BLT) sebagai kompensasi kenaikan harga BBM.

Pada bagian lain, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendukung rencana kenaikan harga BBM. Alasannya, dana subsidi BBM bisa dialihkan untuk pembangunan infrastruktur.

Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi mengungkapkan, kenaikan tersebut bisa diterima lantaran diperlukan untuk menunjang pembangunan infrastruktur. ’’Jadi, kami perlu uang itu karena kenaikan harga BBM bisa dipakai untuk membangun infrastruktur. Kalau tidak (naik), bisa jadi tidak akan ada pembangunan sama sekali. Nah, saya kira ini perlu,’’ tegasnya kemarin.

Misalnya, pembangunan jalan untuk menekan biaya logistik serta penyediaan listrik dan gas. ’’Jangan untuk tambahan kenaikan gaji. Kalau dipakai subsidi terus, nanti habis. Tahun lalu saja (subsidi membengkak) sampai Rp167 triliun.

Sementara itu, rencana pemerintah menaikkan harga BBM menjadi perhatian serius Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). BUMN akan dilibatkan secara aktif untuk meringankan beban masyarakat kecil atas kenaikan harga BBM tersebut.

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan, di tengah masyarakat Indonesia, ada kelompok rakyat kecil yang sebenarnya juga tidak menginginkan harga BBM naik. Namun, mereka tidak memiliki kesempatan untuk bersuara. ’’Karena itu, kita harus solider dengan saudara-saudara kita tersebut,’’ ujarnya di kantor Kementerian BUMN kemarin.

Dia mengungkapkan, ketika nanti harga BBM dinaikkan, pemerintah sudah pasti menjalankan kebijakan untuk meringankan beban masyarakat kecil. Misalnya, melalui BLT sebagaimana yang dilakukan dulu. ’’Nah, kami di BUMN juga akan memberikan bantuan langsung. Dananya akan diambil dari dana CSR (corporate social responsibility),’’ katanya.

Seperti apa bentuk bantuan langsung tersebut? Menurut Dahlan, dirinya punya keinginan bantuan dari BUMN ke masyarakat kecil itu bisa disalurkan tidak dalam bentuk uang tunai. ’’Bisa saja melalui pasar murah atau pemberian bantuan beras ke kampung-kampung nelayan yang membutuhkan,’’ jelasnya.

Lalu, berapakah dana yang disiapkan BUMN? Dahlan menyebutkan, selama ini setiap tahun BUMN menyisihkan sebagian laba yang diperoleh untuk CSR melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

Melihat pendapat mereka diatas, Kenaikan BBM ini sangat fital dan ada beberapa sisi yang mesti dipertimbangkan, salah satunya menaikkan sekaligus mengamankan posisi jabatan PEMERINTAHAN.

Ada celetohan RAKYAT kecil ketika BBM akan naik :

2012 BBM dinaikkan

2013 BBM diturunkan

2014 PILPRES dengan issue- Pemerintah berhasil menurunkan BBM

itulah INDONESIku

INDONESIA KAYA ( Bagi KORUPTOR )

INDONESIAku Malang untung rakyat kecil,…….

Iklan