bonek ke malaysia

bonek ke malaysia

Siapa yang tidak tahu bagaimana persaingan antara Persebaya Surabaya dan Persib Bandung di kancah persepakbolaan Indonesia. Akan tetapi, pemandangan berbeda antara dua suporter klub besar Indonesia itu ketika berada di Malaysia.

Di Negeri Jiran kedua suporter ini kian bersahabat dan bersaudara, hal itu tergambar dalam dua spanduk berukuran besar yang bertuliskan “Bonek Malaysia Untukmu Indonesia” dan “Untukmu Indonesiaku Jiwa Raga Kami Viking Malaysia”. Mereka bersatu demi Indonesia.

bonek indonesia

Mereka berdampingan mendukung perjuangan tim nasional (timnas) Indonesia diajang AFF Suzuki Cup 2012 di Grup B. Dan dukungan tersebut sudah mulai bersama dilakukan saat Bambang ‘Bepe’ Pamungkas dkk berhadapan dengan Laos di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, kemarin. Kedua suporter ini menjadi satu dalam balutan seragam kebanggaan timnas Garuda.

“Bonek di Malaysia berjumlah 300 orang dan Viking juga berjumlah 300 orang kurang lebih. Di sini kami bersatu untuk mendukung timnas Indonesia berjuang di Piala AFF. Di sini, kami bersatu. Mau apapun itu pertandingannya. Baik timnas atau klub-klub yang datang dari Indonesia,” ungkap kordinator Bonek Malaysia, Aditia Gilang Rhamadhani di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Minggu (25/11/2012).

bonej grilbonek4bonekbonek55bonek66bonek333bonek56bonek indonesiabonek pesawat

 (slide show)

Bersatu-padunya suporter-suporter di Indonesia untuk mendukung Indonesia berlaga di Malaysia, begitu diharapkan Gilang. Pria asal Surabaya yang bekerja di salah satu perusahaan telekomunikasi di Malaysia tersebut pun sangat berkeinginan, tidak hanya antara Bonek dan Persib saja yang mengembangkan persaudaraan di Malaysia, tapi juga suporter klub lain.

“Sebenarnya kami di sini, mengacu kepada teman-teman suporter yang ada di Indonesia. Kami di sini bisa bersatu. Harapan kami tentu dua suporter besar tersebut bisa berdampingan. Di sini, tidak hanya dalam mendukung timnas Indonesia kami bersatu. Tapi, jika Persebaya, Persib, atau klub-klub Indonesia lainnya yang datang ke Malaysia,” papar pria berusia 27 tahun tersebut.

Untuk soal dukung-mendukung, suporter Indonesia di Malaysia juga tidak kalah fanatiknya. Ditangkap Polis Diraja Malaysia, bolos dari tempat bekerja, dimaki-maki majikan karena pergi tanpa izin, jadi hal yang biasa dialami. Semua itu dilakukan, demi memberikan semangat serta dukungan penuh kepada punggawa-punggawa timnas Garuda.

“Diinjak-ijak Polis Diraja Malaysia, membolos dari tempat bekerja itu jadi hal yang biasa kami dapatkan di sini. Tapi, semua itu seolah terbayar lunas, ketika kami bisa mendukung timnas Indonesia secara langsung di lapangan,” Aksi pemukulan yang dilakukan suporter Malaysia terhadap pendukung Merah Putih turut disesalkan oleh sebagian besar kelompok pendukung Indonesia di Tanah Air. Salah satunya adalah pendukung Persebaya Surabaya atau yang biasa disebut Bonek. Seusai laga Indonesia melawan Singapura, Rabu malam (28/11), dilaporkan beberapa pendukung Indonesia dikeroyok dan dipukuli oleh suporter tuan rumah.

Menurut Sekretaris Yayasan Suporter Surabaya (YSS), Sinyo Devara, pihak tuan rumah sudah seharusnya menghargai, entah itu kesebelasan ataupun pendukung tim tamu. Saat Indonesia menjadi tuan rumah pun, kata dia, tidak pernah terdengar kasus pendukung Indonesia memukul suporter Malaysia. “Sewajarnya para suporter Malaysia menghargai keberadaan suporter Indonesia. Jangan sampai kejadian itu terulang lagi,” ujarnya dengan nada memperingatkan ketika dihubungi Sindonews, Kamis malam (29/11).

Sinyo juga mengatakan bahwa terdapat puluhan Bonek yang berangkat ke Malaysia untuk mendukung Timnas. Sebelum berangkat, pihaknya juga sudah melakukan kesepakatan dengan kelompok suporter di Malaysia, terkait masalah kemanan suporter Indonesia di Malaysia. “Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan aparat keamanan di sana,” tambahnya.

“Namun, menurut laporan dari teman-teman yang ada di Malaysia, suporter tuan rumah sudah tidak bersahabat. Mereka melakukan intimidasi bahkan kata teman-teman yang di sana, suporter Malaysia meneriakkan umpatan-umpatan, seperti, ”Indonesia an**ng.. Indonesia an**ng,” sesalnya.

Kendati demikian, para suporter Indonesia khususnya Bonek, ujar dia, tidak akan melakukan aksi balas dendam, karena tidak semua suporter Malaysia melakukan aksi tidak terpuji tersebut. “Itu hanya ulah segelintir pendukung Malaysia. Pembalasan akan terjadi di lapangan, Timnas kita nanti bakal menghancurkan Timnas Malaysia,” tandas Sinyo.

Sementara itu, salah satu dirigen Bonek, Okto Tyson mengungkapkan bahwa saat ini masih belum ada konsolidasi antar kelompok suporter sepak bola di Indonesia. Namun, kata dia, baru ada semacam seruan mengecam dan menghujat Malaysia dengan rasa benci dan dendam lewat jejaring sosial seperti Facebook, Twitter maupun pesan broadcast di BBM (BlackBerry Messenger). “Bahkan teman-teman suporter banyak yang menggunakan foto profil BBM, Facebook dan Twitter dengan segala kreasi tentang hujatan pada Malaysia.”