Semangat kegotongroyongan yang keberadaannya di seluruh wilayah Indonesia adalah merupakan nilai-nilai lokal yang patut diwariskan bangsa ini. Semangat kegotong royongan, setia kawan, menghargai orang lain adalah nilai luhur yang mesti kita jaga bersama.

 

 

Dalam perjalanan sejarahnya, semangat kegotong royongan yang merupakan warisan budaya tiba-tiba harus bersentuhan dengan gelombang nilai-nilai dan praktek demokrasi yang mengusung misalnya norma tentang kebebasan dan kompetisi. Dalam kondisi tertentu kedua jenis sistim nilai dapat berintegrasi sedangkan pada kondisi tertentu justru berseberangan. Koinflik-konflik pilkada misalnya dapat menjelaskan fenomena ini.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Sesungguhnya konflik yang terjadi akhir-akhir ini banyak sumber penyebabnya. Namun yang paling utama adalah adanya rasa ketimpangan sosial diantara kelompok-kelompok masyarakat. Ketimpangan sosial ini disebabkan salah satunya adalah kurang meratanya hasil pembangunan yang dapat dinikmati oleh masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah harus mengambil langkah nyata misalnya dengan meredistribusi hasil pembangunan kepada semua kelompok masyarakat dengan menciptakan pembangunan nasional yang adil dan merata. Perlu dihindari adanya kelompok masyarakat yang merasa mempunyai kesempatan minim untuk menikmatai hasil pembangunan. Pembangunan haruslah digerakkan oleh semua bentuk partisipasi kelompok masyarakat dan hasilnyapun dapat dinikmati oleh semua kelompok; partisipasi bentuk ini adalah partisipasi dalam mengembangkan kesejahteraan masyarakat. Adapun partisipasi bentuk lain adalah partisipasi dalam bidang keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk didalamnya adalah, mencegah dan menangani, terjadinya konflik sosial. Jika ini bisa diwujudkan maka konflik sosial yang akhir-akhir ini kerap terjadi dapat dikurangi, karena semua kelompok masyarakat merasa memiliki dan berperan dalam setiap pembangunan kesejahteraan dan ketertiban bangsa ini.

Inisiatif dari DPR yang sedari awal, berupaya melakukan kajian secara menyeluruh tentang penangan konflik sosial, sehinggga lahir Rancangan Undang-Undang ini sangat relevan, jika dikaitkan dengan kondisi bangsa saat ini dan masa mendatang. Adapun butir-butir penting yang selayaknya menjadi perhatian bersama dalam draft RUU PKSosial ini ialah:

1. Pengertian mengenai konflik sosial. Pengertian konflik sosial dalam draft RUU PKS disebutkan sebagai ‘perseteruan dan/atau benturan dengan kekerasan fisik antara dua kelompok masyarakat atau lebih yang berlangsung dalam waktu tertentu dan berdampak luas yang mengakibatkan ketidakamanan dan disintegrasi sosial sehingga menghambat pembangunan nasional’. Catatan pentingnya adalah, bahwa dengan pengertian konflik sosial yang memiliki spektrum yang luas ini, maka posisi RUU ini menjadi semakin penting.

Mengapa ?

2. Indonesia sudah dianggap sebagai negara demokrasi nomor tiga didunia; atribut itu mengandung berbagai konsekuensi yang harus dapat ditangani oleh perangkat praktek kehidupan demokrasi, yaitu kinerja parpol itu sendiri, dalam menjalankan fungsi-fungsi legeslasinya melalui perwakilannya di lembaga DPR ini. Fraksi partai Golkar berpendapat, bahwa salah satu ciri penting negara demokrasi adalah kemampuannya untuk membangun suatu sistim, mekanisme dan prosedur yang mampu mengkonversi atau mengolah konflik menjadi konsensus, agar kondisi damai dan harmonis dalam hubungan sosial kemasyarakatan dapat terjaga. Pada norma dan tujuan inilah pentingnya keberadaan UU ini, agar ketika suatu kelompok masyarakat terjadi konflik, dapat segera muncul konsensus bersama, sehingga tidak terjadi eskalasi konflik. Apabila melalui keberadaan RUU ini, dapat dicapai mekanisme seperti itu, maka inilah salah satu karya legeslasi yang patut dihargai.

Iklan