http://www.metrotvnews.com/read/newsprograms/2012/09/28/14416/190/Mereka-Bilang-Aku-Gila-
Masyarakat mencap mereka orang gila. Tapi, sadarkah kita bahwa stigma itu akan memperparah kondisi kejiwaan mereka ? Lalu apa yang harus dilakukan keluarga jika salah satu anggotanya mengidap penyakit ini ?
Nah, kali ini Kick Andy akan mengajak Anda untuk mengenal dan memahami kondisi kejiwaan orang-orang yang menderita skizofrenia.

Salah satunya adalah Hana Alfikih. Hana yang kini berusia 19 tahun itu mengaku sudah menunjukkan gejala kelainan jiwa sejak ia masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Ia hidup dengan pengakit bipolar dan skizofrenia. Hana yang kini berrkuliah di Universitas Al Azhar Jakarta itu kerap kali mendengar suara-suara halusinasi. ”Suara-suara itu kadang sangat menganggu. Bahkan saya pernah mau bunuh diri,” ujar Hana sambil berurai air mata. Namun masa itu sudah berlalu. Berkat pengobatan yang intensif Hana kini sudah jarang ”diganggu” oleh suara-suara itu. Bahkan Hana saat ini berprofesi sebagai ”freelance designer”.

Ternyata penderita skizofrenia jika cepat diobati bisa sembuh dan penderitanya bisa beraktivitas seperti biasa dan melakukan hal-hal yang positif. Seperti yang dialami Lili Suwardi misalnya. Pria 33 tahun asal Cianjur, Jawa Barat itu bahkan mengalami lebih parah. Dia pernah menggelandang di jalanan. Oleh pihak keluarga segera dibawa ke dokter dan akhirnya bisa normal kembali. Bahkan kini Lili menjadi relawan untuk penderita skizofrenia.

Begitu halnya dengan Dwi Putro alias Pak Wi. Pria asal Yogyakarta itu selain terkena skizofrenia juga mengalami gangguan pendengaran dan komunikasi. Kondisinya semakin parah ketika kedua orangtuanya meninggal dunia. Pak Wi pun hidup di jalanan selama beberapa tahun. Melihat kondisi Pak Wi yang makin memburuk, Sang Adik, Nawa Tunggal merasa sedih dan tergerak membantu dan mengangkat Pak Wi dari kehidupan jalanan. Dengan penuh kesabaran dan ketekunan, Pak Wi akhirnya tidak sering mengamuk, dan bisa menjadi pelukis. Bahkan Oktober 2012 mendatang Pak Wi akan memamerkan tiga ribu koleksi lukisannya di Pasar Seni Ancol, Jakarta.

Dukungan keluarga yang kuat juga dirasakan Yudistira Sjuman. Di kala sedang terpuruk dan mengalami gangguan suara-suara di kepala. Sang Ibu, Farida Oetoyo sering mendampinginya. Ibunda Yudi, sering menyarankan jika ada suara-suara yang jahat dan tidak baik agar jangan diikuti. Selain dukungan keluarga Yudi juga rajin berkonsultasi dengan dokter ahli kejiwaan. Kini Yudi selain menjadi koreografer tari juga sibuk menjadi guru tari balet.

Skizofrenia pada dasarnya bisa disembuhkan. Menurut Surya Widya, dokter ahli kejiwaan, peranan keluarga dan masyarakat sangat dibutuhkan. ”Jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala skizofrenia hendaknya segera konsultasi ke dokter ahli kejiwaan setempat,” ujar Dokter Surya. Sedangkan dukungan masyarakat adalah, agar tidak mencap atau memberi stigma atau mengolok-olok ”orang gila” kepada penderita. Dengan mengolok-olok akan semakin penderita menjadi depresi dan semakin parah.