DEMAK- Sejumlah pegiat LSM yang dimotori Muhammad Rifai SAg mendatangi kantor Bupati Demak untuk menyerahkan kado berupa cambuk dan kuda lumping, Jumat (23/11).

Cambuk maupun kuda lumping itu menjadi simbol kritis LSM terhadap berbagai persoalan di Demak, termasuk pembangunan Pasar Induk Bintoro, yang menelan anggaran puluhan miliar rupiah. Namun sayangnya penyerahan kado kemarin dialihkan kepada Sekda Purwono Sasmito karena Bupati mewakilkan pada Purwono.

“Ya, karena pejabat yang bersedia menemui adalah pak Sekda maka kado ini kemudian kami serahkan pada beliau. Ini, bagian dari kritik LSM atas pengelolaan dan pembangunan Pasar Bintoro dengan anggaran puluhan miliar rupiah,’’ kata Mohamad Rifai, kemarin.

Alumnus IAIN Walisongo, Semarang menambahkan pembangunan Pasar Bintoro menyertakan anggaran APBD Pemkab Demak mencapai Rp 30 miliar. Anggaran, dikucurkan pada tahun 2007 dan 2010 untuk dua tahap pembangunan pasar.

Selebihnya pada tahap ketiga tahun 2011, pasar dibangun dengan mekanisme melibatkan investasi. Ditambahkannya, dengan melibatkan investasi nilai pembangunan pasar total senilai Rp 65 miliar.

Kedatangan pegiat LSM yang tergabung dalam Forum Komunikasi Rakyat dan Mahasiswa Demak (FKRMD) ditemui Sekda Purwono Sasmito, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Eko Pringgolaksito, dan sejumlah pejabat Pemkab.

Tak Alergi Kritik

Sekda mengaku menerima dengan baik kado yang diberikan LSM. Pihaknya juga tidak merasa alergi menerima kritikan yang disampaikan elemen masyarakat. Menurut Sekda Pemkab dalam pembangunan pasar sudah sesuai aturan. Anggaran puluhan miliar dikucurkan supaya pasar yang sempat terbakar di 2006 lalu itu, bisa segera ditempati pedagang. Harapanya dengan pembangunan pasar dengan kualitas yang memadai, berujung menggeliatnya perekonomian warga. Terbukti semenjak pasar diresmikan beberapa waktu lalu, pertumbuhan ekonomi warga terus meningkat.

Kepala Disperindagkop UMKM, Eko Pringgolaksito menyatakan, pihaknya mempunyai komitmen melindungi kepentingan pedagang kecil. Pembangunan pasar di sejumlah kecamatan termasuk Pasar Bintoro, menjadikan pedagang bisa leluasa mencari nafkah.

Iklan