AKSI demonstrasi menentang aksi militer yang dilakukan Israel di Jalur Gaza terus berlangsung di banyak negara. Tidak terkecuali di Indonesia, aksi demonstrasi berlangsung di beberapa kota besar.

Oleh karena tidak ada Kedutaan Israel di Indonesia, maka aksi demonstrasi di Indonesia ditujukan ke perwakilan Amerika Serikat yang ada di banyak kota. Amerika Serikat dinilai sebagai negara pendukung Israel dan selalu membenarkan tindakan yang dilakukan negara Zionist tersebut, meski dilakukan dengan aksi militer.

Seperti demo yang terjadi di banyak negara, semua mendesak Israel untuk menghentikan aksi militer yang menyebabkan ratusan warga Palestina tewas. Sejauh ini tekanan tersebut berhasil dan Israel menyepakati untuk melakukan gencatan senjata.

Aksi demonstrasi dan langkah diplomasi yang dilakukan banyak negara membuat Israel tidak bisa bersikap sewenang-wenang. Akhirnya akal sehat menyadarkan semua pihak bahwa perang tidak akan menguntungkan siapa pun.

Kita tentunya mendukung semua upaya perdamaian. Bahkan konstitusi kita menugaskan kepada semua warganegara untuk ikut serta dalam menciptakan perdamaian dunia. Itu artinya secara aktif kita harus mencegah terjadi peperangan.

Langkah untuk menciptakan perdamaian harus dilakukan dengan cara-cara yang damai. Tidaklah mungkin kita akan bisa mencapai perdamaian, apabila yang ditempuh dengan cara-cara kekerasan.

Kita juga ingin mengingatkan masyarakat agar menyampaikan aspirasi dalam membela Palestina dengan cara yang baik. Jangan sampai aksi yang kita lakukan justru menimbulkan bentrokan di antara kita sendiri.

Kita melihat misalnya aksi yang dilakukan kelompok masyarakat di Jakarta, yang akhirnya bentrok dengan aparat polisi. Tindakan itu sangatlah berlebihan dan bahkan konyol, karena kita jadi berseteru sendiri untuk urusan orang lain.

Janganlah aksi pembelaan kepada Palestina diekspresikan secara berlebihan. Apalagi sampai kelewat batas dan akhirnya kita tidak tahu apa yang sebenarnya sedang kita perjuangan. Cukup untuk menyampaikan rasa keprihatinan atas musibah yang dialami warga Palestina.

Di Medan kemarin kita melihat bahwa aksi demo dilakukan dengan mendobrak pagar Konsul Jenderal AS. Bahkan massa kemudian masuk untuk mencari petugas Konjen AS, karena dinilai ikut bertanggung jawab atas apa yang terjadi di Palestina.

Kita harus menghormati hubungan diplomatik antara bangsa-bangsa. Kantor perwakilan negara asing yang ada di negara kita merupakan wilayah negara lain. Kita tidak bisa masuk dengan seenaknya ke kantor perwakilan asing, karena ada kekebalan diplomatik yang berlaku di sana.

Hal yang sama berlaku dengan kantor perwakilan kita di negara lain. Tentunya kita tidak mau kalau wilayah diplomatik kita di luar negeri, sampai dimasuki dengan seenaknya oleh warga di negara tempat kantor perwakilan itu berada.

Untuk itulah semua pihak tentunya harus bisa menahan diri. Jangan sampai kemudian kita dianggap sebagai bangsa yang tidak memahami aturan diplomatik yang berlaku di antara bangsa-bangsa di dunia.

Pemahaman yang benar dalam berdemokrasi harus terus kita lakukan. Jangan sampai salah kita menerapkan praktik demokrasi, sehingga kemudian kita dianggap sebagai bangsa yang tidak memahami aturan.

Seperti dikatakan Duta Besar Palestina di Indonesia, yang dibutuhkan bangsa Palestina sekarang ini adalah dukungan moral. Apa yang dilakukan Indonesia dengan mengakui Palestina sebagai sebuah negara merdeka sudah cukup. Desakan Indonesia untuk mengingatkan Israel agar menghormati Palestina sudahlah cukup.

Bangsa Palestina tidak membutuhkan bantuan dari siapa pun untuk menghadapi Israel. Bangsa Palestina tahu bagaimana harus menghadapi bangsa Israel dan bagaimana harus memenangkannya. Opini dunia yang kuat untuk menekan Israel sudah memadai untuk membuat bangsa itu tidak berbuat macam-macam.

Iklan