Tim penjaringan DPD PDIP Jateng baru saja merampungkan verifikasi berkas para pelamar cagub dan cawagub, Kamis (27/9). Dalam verifikasi, tim hanya sebatas mencatat saja hasilnya.

Tim tidak punya kewenangan untuk menambah atau mengurangi daftar calon yang mendaftar, lengkap atau tidaknya, serta palsu atau asli berkas dari lembaga terkait. Bilamana ada kejanggalan dan kekurangan, tim hanya melakukan cek silang ke lembaga terkait.

Selanjutnya, berkas diserahkan ke DPP. Selain itu DPD juga melaporkan usulan bakal calon gubernur dan wakil gubernur dari sejumlah DPC. Menurut sekretaris DPD PDIP Jateng Agustina Wilujeng, berkas dan usulan itu akan dijadikan bahan pertimbangan DPP sebelum menerbitkan rekomendasi, siapa yang akan diusung dalam Pilgub Jateng yang akan digelar 26 Mei tahun depan.

“Tugas DPD hanya membuka pendaftaran ke umum, menerima usulan DPC, serta melaporkan semua ke DPP. Soal rekomendasi wewenang sepenuhnya ada pada DPP,” kata Tina, begitu dia akrab disapa.

Sebelumnya, Sekjen DPP PDIP Tjahjo Kumolo mengatakan, partai akan memprioritaskan kader internal partai dalam mengusung cagub/cawagub Jateng. Menurut dia, banyak kader partai berlambang banteng moncong putih yang berpotensi dan punya nilai jual.

Setidaknya hal itu terlihat pada Pilgub DK, di mana Joko Widodo (Jokowi) yang berpasangan dengan Basuki Tjahya Purnama (Ahok) menang di putaran pertama dan kedua. Lantas, siapa yang akan mendapatkan rekomendasi? Tanpa menisbikan pelamar lain, ada sejumlah figur yang berpotensi mendapatkan rekomendasi dan layak diusung partai.

Mereka adalah Bupati Sumedang Don Murdono, Wagub Rustriningsih, dan anggota DPR RI Ganjar Pramono. Kalau ada nama lain, sebut saja Bupati Klaten Sunarno dan anggota DPR RI Soemaryoto.