Kejaksaan Negeri Demak menahan anggota DPRD Demak, Purnomo SH, dalam kasus dugaan korupsi proyek normalisasi afour (sungai) Bongko dan Sambel di Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kamis (25/10) sore.
Selain menahan Purnomo, rekanan pelaksana proyek, Sugiyono ikut ditahan di Rutan Demak. Sebelumnya, Purnomo sempat dijemput petugas Polres Demak di rumahnya Trengguli Wonosalam lantaran sakit.
“Keduanya kami tahan demi kepentingan penyidikan dan penuntutan. Untuk sementara mereka kami titipkan di rutan Demak. Ini juga menghindari kesan perlakuan diskriminasi terhadap kasus dugaan korupsi,” kata Plt Kajari Demak Nur Slamet SH didampingi Kasi Pidana Khusus (pidsus) Dafid Supriyanto SH.
Purnomo dan Sugiyono tiba di Kejaksaan didampingi sejumlah pengacara. Mereka kemudian masuk keruangan Pidsus menjalani pemeriksaan selama beberapa jam. Sekitar pukul 16.30, keduanya diboyong ke Rutan Demak menggunakan mobil tahanan. Menurut Plt Kajari Nur Slamet, Purnomo sebenarnya dalam kondisi sehat sehingga bisa langsung dititipkan ke rutan. Demikian juga, pelaksana proyek Sugiyono.
Dua terduga korupsi itu dibawa menuju rutan menggunakan dua kendaraan tahanan. Hal itu sebagai antisipasi kemungkinan keduanya saling menyalahkan atau terlibat baku pukul apabila ditempatkan dalam satu mobil.
Informasi yang diterima keduanya sempat emosi dan saling menyalahkan ketika terseret seret dalam proyek yang merugikan keuangan negara mencapai Rp 612.020.901 tersebut. Menghindari hal tidak diinginkan maka dua terduga korupsi itu dititipkan ke rutan dengan mobil yang berbeda.

Iklan