Tulisan ini lahir dari sebuah pengamatan selama s demester dari sekarang kut organisasi himpunan mahasiswa islam (HMI) dan pergerakan mahasiswa islam indonesia PMII. Tulisan ini ada karena kebiasaan Saya yang suka mengamati keadaan di sekitar Saya. Tulisan ini juga terinspirasi dari mata Dosen-dosen yang ada di tehnik informatika, yang penelitiannya berawal dari cara beliau Mengajar. Penelitian ini hasil pengamatan pribadi Saya, jadi kebenarannya pun subjektif. Persepsi bukanlah kenyataan. Kalau Anda menolak, itu hak Anda. Kalau Anda percaya dan mau menerapkan, Alhamdulillah..

Selama ini Saya selalu mengamati tiap-tiap mahasiswa yang satu kelas dengan Saya, terutama meeka yang berprestasi dalam pelajaran. Saya mengamati sikap mereka, cara kerja mereka, pola piker mereka, dan sebagainya sehingga Saya berkesimpulan bahwa untuk menjadi mahasiswa berprestasi ada beberapa hal yang bisa dilakukan, diantaranya :

1. Paham Apa Manfaat Sesuatu yang Dilakukan

Memahami sesuatu yang kita lakukan merupakan hal yang penting. Saya masih ingat perkataan dosen Saya yaitu ” Sesorang tidak bersemangat melakukan sesuatu biasanya tidak memahami manfaat sesuatu tersebut”. Sebagai seorang mahasiswa, kita harus sadar betul untuk apa kita duduk berjam-jam di dalam kelas, untuk apa kita membaca buku, dan untuk apa kita belajar. Mahasiswa harus berpikiran besar dan visioner. Kalau sampai saat ini kita masih belum menyadari apa manfaat kita kuliah, mulailah dari sekarang untuk merenung dan bertanya dalam hati, untuk apa sih kita capek-capek kuliah ? Kalau sudah tahu manfaatnya, semoga saja kita menjadi tambah semangat menuntut ilmu.

2. Aktif Di Dalam Kelas

Untuk mempertajam pemahaman dan melatih kemampuan berkomunikasi, biasakanlah untuk aktif dalam kelas. Misalnya dengan bertanya atau mengungkapkan pendapat. Ada beberapa teman saya yang sangat aktif di dalam kelas. Mereka biasanya tidak pernah absent untuk bersuara. Oleh karena itu mereka dikenal para dosen.

3. Meyimak Dengan Khidmat dan Mencatat

Pada saat dosen ceramah sebaiknya kita mendengarkan dengan baik point-point yang penting. Biasanya dosen akan menanyakan pada saat ujian hal-hal yang sering diucapkannya. Tidak mungkin dosen menanyakan semua materi yang sangat banyak.

Teman saya yang rajin mencatat. Catatan mereka pun biasanya rapi dan enak dilihat. Catatan yang rapi akan mempermudah saat kita belajar. Kalau tulisan rapi, belajar jadi semangat. Tidak seperti catatan saya yang kadang tulisannya seperti cacing disco. Perlu motivasi yang tinggi untuk melanjutkannya.

4. Kritis dan Berani Mempertahankan Pendapat yang Diyakini

Sebagai mahasiswa, kita tidak boleh langsung menelan begitu saja semua hal yang kita dengar. Kita harus memikirkan dan mempertanyakan kebenarannya terlebih dahulu baru menerimanya. Ada teman saya yang kritis dan berani mempertahankan pendapat yang diyakininya. Biasanya mereka mempertanyakan dulu sesuatu yang didengar dan mereka pun berani mengungkapkan pendapat meski berbeda dengan orang lain. Tapi jangan salah. Orang yang cerdas itu adalah orang yang berani menerima kebenaran yang tampak di depan mata. Mereka tidak ragu menerima pendapat orang lain jika memang pendapat itu lebih tepat.

5. Mencari Info Tambahan

Dosen saya mengatakan bahwa mahasiswa rugi apabila hanya mengandalkan dosen dalam mendapatkan pengetahuan karena dosen hanya bisa memenuhi 30 %. Oleh karena itu sebaiknya kita rajin baca buku, browsing, ke perpustakaan, ikut seminar dsb. Teman saya ada yang rajin baca buku. Ada yang rajin ke perpustakaan. Sumpah dia rajin banget ke perpustakaan ! Bahkan Ada yang rajin ikut seminar.

6. Punya Schedule Belajar dan Tugas

Agar tugas tidak menumpuk dan ada yang terlupa, alangkah baiknya kita membuat list tugas apa saja yang harus diselesaikan. karna saya mengamati ada beberapa teman saya yang punya daftar tugas-tugas yang harus diselesaikan.

7. Curi Start, No SKS ( Sistem Kebut Semalam )

Untuk menjadi mahasiswa yang unggul, harus pintar-pintar curi start. Kita sudah baca sebelum orang lain baca. Kita sudah selesai mengerjakan tugas sebelum orang lain selesai.

8. Punya Skala Prioritas

Sebagai mahasiswa, kegiatan kita tidak hanya kuliah. Ada yang ikut organisasi ataupun mengajar. Oleh karena itu kita harus punya skala prioritas. Jangan sampai gara-gara ikut organisasi atau kerja setoran mengajar, privat, kuliah jadi terbengkalai. Teman saya ada beberapa yang sangat hebat sudah bisa membuktikan bahwa organisasi tidak menjadi alasan untuk malas belajar. Buktinya, walau aktif di UKM,Jurusan, fakultas ataupun Universitas dia tetap bisa mendapat IP 3,6. Hebat khan ?

9. Rajin Diskusi dan Belajar Kelompok

Dalam belajar kadang kita menghadapi kesulitan. Agar kita saling membantu sebaiknya melakukan diskusi atau belajar kelompok bersama teman.. Mereka biasanya berkumpul di Masjid alumni. Sebelum belajar, mereka shalat dhuha dan mengaji terlebih dahulu agar otak menjadi encer.

10. Total dan Serius

Agar hasil yang didapat memuaskan, kita harus mengerjakan sesuatu secara total, tidak setengah-setengah. Tugas tidak dikerjakan secara asal-asalan. ada teman saya yang memiliki tipe orang perfectsionis. Mereka selalu mengejakan tugas seoptimal mungkin. Makanya, hasilnya pun memuaskan.

11. Belajar Pagi Menjelang Shubuh

Setelah melaui berbagai aktivitas seharian badan kita seringkali mudah lelah untuk belajar. Untuk merefreshkan badan, biasanya ba’da Isya tidur lalu bangun sekitar jam 2, 3 atau 4 pagi. Pada saat seperti itu otak lebih mudah menerima pelajaran. Apalagi sebelumnya bermunajat dulu kepada-Nya.

12. Duduk Di Bangku Bagian Depan

Entah karena seleksi alam atau apa, yang saya amati posisi duduk di dalam kelas terbagi-bagi. Ada yang langganan duduk di depan, tengah atau belakang. Orang-orang yang duduk di depan pun itu-itu saja, tidak ada perubahan signifikan, begitu juga yang di belakang. Saya tidak tahu apakah posisi duduk berkorelasi dengan motivasi belajar atau tidak. Yang jelas, dengan duduk di depan setidaknya kita bisa mendengar dan melihat lebih jelas. Walau kadang duduk di depan tidak menjamin kita lebih focus. Saya hampir tidur ketika duduk di depan.

13. Mempraktikkan Ilmu yang Didapat

Ini merupakan hal yang terpenting. Percuma saja jadi mahasiswa berprestasi di kampus tetapi tidak melakukan sumbangsih apapun dalam kehidupan bermasyarakat. Ada teman saya yang mengajar privat, bimbel, TPA,ikut partai politik, LSM, magang di perushaan dll. Kalau belum mampu melakukan sesuatu yang besar, mulailah daris sesuatu yang kecil, misalnya mengajarkan adik kita belajar mungkin.

Itulah beberapa tips yang bisa saya berikan. Semoga bisa bermanfaat buat teman-teman. Untuk teman-teman sekelas, mohon maaf saya jadikan objek pengamatan dan namanya disebut-sebut. Tidak ada maksud buruk, ini semua hanya untuk pembelajaran.

Hasil pengamatan ini sangat terbatas dan banyak kekurangan. Mungkin masih banyak hal-hal hebat dari teman-teman sekelas saya yang belum tergali. Saya akan terus mengamati.

Mungkin anda bertanya, saya itu termasuk mahasiswa yang seperti apa. Saya sendiri juga bingung. Saya hanya seorang mahasiswa yang kebingungan menyaksikan kehebatan teman-teman sekelas saya.