Sejak dari dulu saya bingung, mending jadi orang bodoh atau orang pinter, dan saya jg g ngerti sekarang saya ini termasuk orang pinter atau bodoh.?? nah loh.!

tapi kyaknya mending jd orang bodoh deh, secara orang bodoh itu kan sukanya nyantai n berleha leha, lalu timbul pertanyaan.. ntar kalo jadi orang bodoh mo makan apa, bisa dapet kerja g setelah lulus. jujur nih saya kuliah bukan untuk mencari kerja tapi mencari ilmu.

saya beri sedikit penjelasan mengenai orang bodoh vs orang pintar yang saya kutip dari perkataan “Mario Teguh”

orang bodoh sulit dapet kerja, akhirnya berbisnis.
orang bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar.
walhasil boss-nya orang pintar adalah orang bodoh

orang bodoh sering melakukan kesalahan,
maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah
untuk memperbaiki yang salah.
walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.

orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya
mencari kerja. orang bodoh berfikir secepatnya mendapatkan uang untuk
membayari proposal yang diajukan orang pintar

saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan,
dia PHK orang-orang pintar yang bekerja.
tapi orang-orang pintar DEMO. walhasil orang-orang pintar
meratap-ratap kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.

tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pintar akan menhabiskan waktu
untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan
waktu untuk bersenang senang dengan keluarganya.

mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa dijadikan duit.
mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan pekerjaan.

saya yakin akan timbul pertanyaan..
pinteran mana. orang pintar atau orang bodoh?
enak mana jadi orang pitar atau orang bodoh?

intinya jangan lama-lama jadi orang piter, ntar lama-lama g sadar kalo dirinya dibodohi ama orang bodoh.

jadilah orang bodoh yang pintar daripada jadi orang pinter yang bodoh. kata kuncinya adalah resiko dan berusaha.
karena orang bodoh berfikir pendek maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil. sedang orang pinter selalu berfikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut. dan mengabdi pada orang bodoh.

dimanakah posisimu sekarang..??

semua pilihan sepenuhnya ada di tangan anda, Lalu perhatikan apa yang akan terjadi..
terima kasih…dari calon sarjana yang “BODOH”..!!!

Iklan