Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sebuah video yang sebelumnya sudah eksis di di Youtube semenjak 12 Agustus 2012 yang lalu telah membuat geger dunia maya. Video bernuansa SARA dan berisi tentang ancaman kerusuhan pada Pilgub Jakarta, 20 Semptember 2012 mendatang itu kini telah dihapus dari Youtube.
Meski demikian video Koboy Cina Pimpin Jakarta yang berdurasi 2 menit tersebut, sebelumnya sudah dilihat sebanyak 16.000 kali di Youtube. Sementara ada sekitar 330 kali video dikomentari, selebihnya ada juga aksi Dislike sebanyak 918 kali, dan yang melakukan Like sebanyak 7 kali.
Menurut informasi yang dipublikasikan oleh situs JPNN, menyebutkan bahwa dalam cuplikan video Koboy Cina Pimpin Jakarta tersebut pada awalnya diisi dengan cuplikan pidato, Seokarno, Presiden Republik Indonesia yang pertama. Bung Karno dalam pidatonya di video tersebut menjelaskan bahwa dirinya baru saja kembali menginjakkan kaki di Jakarta.
“Saudara-saudara sekalian, Alhamdulilah di hadirat Allah SWT, ini hari aku telah menginjak kembali di Bumi Jakarta,” Ujar Bung Karno dalam pidatonya di video tersebut.
Pada saat masih terdengar suara Bung Karno berpidato, pada bagian cuplikan gambar dalam video diperlihatkan kata-kata yang rasis, seperti sebuah foto selembar stiker dan bertuliskan kata propokatif “Awas! Bahaya Laten, China Koruptor”. Selain itu terlihat pula gambar demonstrasi yang diduga diambil saat terjadinya kerusuhan tahun 1998 yang lalu, dimana pada gambar tersebut terlihat massa sedang membawa spanduk yang bertuliskan “Usir Cina dari Jakarta”
Pada cuplikan video Koboy Cina Pimpin Jakarta yang sempat beredar di Youtube juga diperdengarkan isi pidato Bung Karno yang mengatakan “Putra daerah itu pemimpin di daerahnya sendiri itu harga mati.”
Setelah pidato Bung Karno selesai, maka selanjutnya muncul seorang pria yang mengisi narasi video tersebut. Wajah pria tersebut tidak bisa dikenali karena wajahnya disamarkan dengan warna kekuningan. Pria tersebut tampak berdiri sambil memegang sebilah senjata tajam yang berupa parang.
Dibagian belakang pria tersebut dibuat latar video yang memperlihatkan kerusuhan 1998. Dengan suara yang kedengaran serak, pria tersebut mengancam warga Tionghoa agar tidak ikut berpartisipasi pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang akan berlangsung 20 Semptember 2012 mendatang.
“Kami pemuda penyelamat Jakarta memberi ultimatum kepada warga keturunan untuk tidak memilih di pemilukada atau….” Ujar pria tersebut.
Setelah mengucapkan nada ancamannya, maka dalam cuplikan video selanjutnya diperlihatkan kerusuhan yang terjadi pada bulan Mei 1998 di Jakarta. Seperti diketahui bahwa pada kerusuhan tersebut banyak warga keturunan Tionghoa yang menjadi korban penganiayaan. Selanjutnya pada menit ke 01.08, Pria tersebut kembali lagi melanjutkan kata-kata ancamannya.
“Kami pemuda penyelamat Jakarta memberi ultimatum kepada warga keturunan untuk tidak memilih di pemilukada atau…

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


Pernyataan anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Aryani, mengenai kebakaran yang banyak terjadi belakangan ini mendapat kecaman dari kubu pasangan calon gubernur incumbent Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Pasalnya, pernyataan Dewi seakan menuduh bahwa kebakaran sengaja dilakukan oleh salah satu pasangan calon.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Media Center Fauzi-Nachrowi, Kahfi Siregar. Kahfi merasa pernyataan tersebut merupakan tudingan kepada pihaknya. “Itu kan dilontarkan kader partai pendukung Jokowi, ya jadi buat siapa lagi? Calonnya tinggal dua kok,” ujar Kahfi saat dihubungi JPNN, Kamis (23/8).
Menurut Kahfi, tuduhan bahwa Foke ada di balik musibah kebakaran di Jakarta merupakan hal konyol. Pasalnya, Foke selaku gubernur aktif adalah pihak yang paling dirugikan dengan adanya musibah kebakaran. “Pak Fauzi Bowo tidak mungkin membakar warganya,” tegas Kahfi.
Kahfi juga menegaskan bahwa isu miring soal kebakaran di Jakarta adalah fitnah yang keji dan tidak berdasar. Ia pun menantang siapapun yang melempar tudingan miring kepada kubunya itu untuk memberikan bukti.
“Kalau memang yang dimaksud itu kami, buktikan saja lah. Buat saya itu fitnah yang sangat keji dan fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan, hukumnya dosa,” pungkas Kahfi.
Pimpinan media center Foke-Nara itu juga meminta semua pihak untuk tidak sembarangan melempar isu. Ia menghimbau agar tim Jokowi-Ahok bisa bekerjasama dengan timnya untuk meringankan beban korban kebakaran.
Sebelumnya, Dewi Aryani mengeluarkan pernyataan bahwa rentetan kebakaran yang terjadi di Jakarta merupakan usaha menteror pendukung Jokowi-Ahok. Alasannya, kata Dewi, kebakaran terjadi di wilayah yang diklaim sebagai kantong suara Jokowi-Ahok.
“Berbagai peristiwa kebakarn semua berada di kantong-kantong suara Jokowi-Ahok. Amat memprihatinkan. Bencana ini bisa di kategorikan teror bencana, mengingat terjadi berurutan dan berada di lokasi-lokasi yang menjadi lumbung suara Jokowi. Sistematis dan terstruktur lokasinya,