Mendikbud Mohammad Nuh melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pada pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) hari pertama, Senin (30/7) di Jakarta. Dalam kunjungannya Nuh, kembali menegaskan bahwa pelaksanaan UKG dilakukan untuk pemetaan kompetensi dan sebagai dasar kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan.

Dalam siaran pers Kemendikbud yang diterima Suara Merdeka, Senin siang, M Nuh mengutarakan, tidak ada hubungan kegiatan UKG dengan pembayaran tunjangan yang selama ini sudah diterima guru yang telah memiliki sertifikat pendidik.

“UKG adalah pengujian terhadap penguasaan kompetensi profesional dan pedagogik dalam ranah kognitif sebagai dasar penetapan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan dan bagian dari penilaian kinerja guru,” kata M Nuh.

Jadi, tambahnya, memang tidak ada kaitannya dengan tunjangan. Guru yang mengikuti UKG sebagai syarat kenaikan pangkat dan atau jabatan fungsional guru.

“Apa yang dilakukan ini mempunyai dasar hukum yang jelas pada pasal 7 UU Nomor 14 tahun 2005 di mana profesi guru merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas; memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat,” katanya.

Terhadap adanya kendala berkait komputer yang ada di beberapa titik, Nuh menyatakan, ia akan terus memantau untuk melakukan perbaikan sistem. “Bagi guru yang karena ada kendala teknis, kemudian tidak bisa ikut, tidak perlu khawatir, tetap diberi kesempatan UKG di hari yang nanti ditentukan panitia setempat,” katanya.

Pelaksanaan UKG sebagai bagian dari pemetaan kompetensi dan sebagai dasar kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan akan dilakukan terus-menerus. Pada tahun 2012, sebanyak 1.006.211 guru akan ikut UKG.

Jadwal ujian gelombang pertama mulai 30 Juli sampai 12 Agustus, sedang gelombang kedua 1-6 Oktober 2012. Untuk ujian manual yang berasal dari peserta tuna netra, soal akan dibacakan dan diberi tambahan waktu 1 jam, berlangsung pada 4 September 2012, sedang pada gelombang kedua akan ada peserta dari Sekolah Indonesia di Luar Negeri yang ikut secara online sebanyak 71 orang.

Iklan