PALU – Dalam rangkaian memaknai Kenaikan Isa Almasih ke Surga, ribuan umat Kristen Kota Palu, tadi malam (17/5) di ball room Silk Stone mengikuti doa bersama untuk perdamaian dunia. Doa bersama, diikuti sekitar 35 denominasi gereja-gereja di Indonesia yang ada di Sulteng, dari semua umur, para pendeta dan seluruh jemaat dari berbagai gereja di Kota Palu.
Dalam rangkaian doa bersama yang diberi tema gelombang baru, beberapa perwakilan dari beberapa gereja menyampaikan puji-pujiannya melalui kelompok paduan suara, akapela, tarian pujian serta iringan kelompok musik rohani.
Ketua panitia doa bersama, Fredy F Polo didampingi, sekretaris, Peter Barnabas dan bendahara Yohanes Wikarta, menjelaskan kegiatan doa bersama merupakan kegiatan internasional dan digelar di seluruh dunia. Di Indonesia, 300 kota secara serentak menggelar doa bersama untuk perdamaian dunia. Untuk Sulteng, kegiatan yang sama, dilaksanakan di 6 kabupaten dan Kota Palu. Juga dilaksanakan di tiga kecamatan.
Menurut Fredy F Polo, kegiatan doa bersama yang awalnya digelar 20 tahun yang lalu di Korea itu, untuk pertama kalinya digelar di Sulteng, juga salah satunya di Kota Palu.
“Tujuan kegiatan doa bersama untuk mendoakan perdamaian, sehingga tercipta perdamaian di seluruh dunia termasuk terciptanya perdamaian di negara kita Indonesia, termasuk daerah kita Sulawesi Tengah ini,” ujarnya.
Begitu banyaknya permasalahan di dunia ini, termasuk di Indonesia, dengan doa, harapan besar dari Tuhan akan memberikan rasa kedamaian pada manusia untuk bisa menjaga kedamaian di dunia ini.
“Ada ribuan warga Kristen Kota Palu yang hadir saat ini untuk mendukung doa perdamaian untuk seluruh dunia. Doa bersama ini juga memotivasi gereja untuk turut ambil bagian dalam perdamaian dunia,” kata Fredy F Polo.
Gubernur Sulteng Longki Djanggola yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Suaib Djafar dalam sambutannya, mengungkapkan kegiatan doa bersama yang dilaksanakan umat Kristen di Sulteng, merupakan kegiatan kerohanian yang harus mendapat perhatian dan dukungan pemerintah daerah. Dengan kegiatan tersebut, kedamaian benar-benar tercipta, sehingga menumbuhkan keharmonisan dalam menciptakan toleransi antar umat beragama di Sulteng untuk tujuan kedamaian bersama.
“Mari kita bersama-sama mendoakan agar di Indonesia dan Sulteng khususnya selalu tercipta kedamaian di masyarakat dalam membangun rasa toleransi antar umat beragama,” ungkap Suaib Djafar.

Iklan