jakarta – Berdasarkan hasil quick count (penghitungan cepat), pasangan calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo-Basuki Tjahja Purnama, berhasil mengungguli enam pasangan Cagub lainnya. Namun, karena tidak mencapai perolehan suara diatas 50 persen, maka Pemilukada DKI Jakarta akan berlangsung dalam dua putaran.

Berdasarkan hasil penghitungan cepat dari dua lembaga survei, menempatkan pasangan Cagub Jokowi-Ahok diperingakat pertama dengan jumlah suara dukungan berkisar antara 44%. Sementara ditempat kedua diduduki oleh pasangan Cagub incumben Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dengan memperoleh suara dukungan berkisar antara 34%.

Diposisi ketiga ditempati oleh pasangan Cagub bernomor urut 4, Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini. Sementara Cagub yang diusung oleh Golkar, yakni Alex Noerdin-Nono Sampono terpuruk diurutan ke lima. Alex kalah dengan pasangan independen Faisal Basri-Biem Benyamin yang berada di posisi ke empat, dan hanya bisa unggul dari pasangan Hendadji Soepandji-A Riza yang menempati posisi paling akhir.

Jika hasil perhitungan di KPUD DKI Jakarta, akan sama hasilnya dengan perhitungan secara quick count, maka dipastikan Pemilukada DKI Jakarta berlangsung dua putaran, dimana pasangan Cagub Jokowi-Ahok akan bertarung dengan Cagub Foke-Nara. KPUD DKI Jakarta akan mengumumkan hasil perhitungan suara pada 20 Juli mendatang.