SERAMBINEWS.COM, ZURICH – Jejak polonium, zat beracun mematikan yang ditenggarai penyebab kematian Yasser Arafat d

itemukan disejumlah barang pribadi milik almarhum.

Darcy Christen, juru bicara Institut de Radiophysique di Lausanne, Swiss, kepada Reuters pada Selasa (3/7/2012) kemarin secara mengejutkan telah menemukan unsur polonium-210 mematikan. Istri Arafat yang mendengar temuan itu langsung meminta agar kuburan mendiang suaminya itu dibongkar untuk pengusutan lebih lanjut.

Sebuah film dokumenter menunjukkan bahwa pakaiannya, sikat gigi dan kaffiyeh jilbab mengandung tingkat abnormal polonium.

“Saya dapat mengkonfirmasikan kepada Anda bahwa kami mengukur level polonium-210 dalam barang-barang milik Arafat yang berisi noda cairan biologis,” kata Francois Bochud, direktur lembaga Institut de Radiophysique.

Bochud mengatakan satu-satunya cara untuk mengkonfirmasi temuannya adalah dengan menggali kuburan Arafat, sebagaimana permintaan istri Arafah, untuk menguji tingkat polonium-210 yang terkandung.

“Kita harus cepat bergerak karena polonium bisa membusuk dan bukti kita khawatirkan akan hilang,” katanya kepada Al Jazeera.

Polonium dikenal sebagai racun yang kerap digunakan dalam dunia spionase. Kematian mantan mata-mata Rusia Alexander Litvinenko di London tahun 2006, ditenggarai akibat diracun dengan polonium.

Seperti diketahui, Arafat adalah pemimpin rakyat Palestina yang kerap bersitegang dengan Israel.

Memimpin Organisasi Pembebasan Palestina, Arafat kerap menjadi sasaran bunuh musuhnya. Ketika Arafah sakit dan dibawa ke Perancis, disana Arafat menghembuskan nafas yang terakir pada tahun 2004.

Para dokter menduga Arafah meninggal karena serangan stroke dan tak dapat memberikan penjelasan tentang penyebab kematianya, karena pejabat Prancis waktu itu menolak memberikan rincian kondisinya dengan alasan undang-undang privasi negera setempat.

Tertutupnya informasi kematian pejuang Islam Palestina itu akhirnya memicu sejumlah kecurigaan. Banyak warga Palestina telah lama menduga presidenya itu diracun intelijen.

Iklan