Jika ada sebuah anekdot bahwa peraturan dibuat untuk dilanggar, saya tidak setuju. Justru peraturan itu dibuat karena ada kesalahan sebelumnya. Dan karena kesalahan itu dilakukan secara berulang-ulang, maka lama-kelamaan peraturan juga dibuat semakin ketat. Kalau sudah begini, semua orang terkena konsekuensi dari peraturan tersebut. Orang-orang baik (tidak bersalah) juga terkena imbasnya.

Semenjak saya berada di Jepang sini, memang awal-awalnya saya masih memegang kebiasaan saat di Indonesia. Saat akan ke supermarket misalnya, saya bertanya-tanya, apa boleh membawa tas, jaket, dan barang bawaan saya ke dalam supermarket. Mengingat di Indonesia saya harus menitipkan itu semua. Tapi, ternyata tidak, saya bisa membawa barang bawaan saya ke dalam, meskipun awalnya agak canggung.

Lantas kemudian saya berpikir, adanya aturan penitipan barang itu karena untuk mengantisipasi tindakan pencurian. Artinya, aturan itu dibuat karena ada kesalahan sebelumnya. Begitu seterusnya setiap kali peraturan dibuat, itu berarti ada kesalahan yang terjadi. Sedangkan di Jepang sini, saya bebas-bebas saja masuk ke supermarket, bahkan tanpa membeli apapun saya tidak merasa canggung akan diperiksa.

Contoh lain misalnya, saat akan masuk ke perpustakaan kampus, saya juga bertanya-tanya, apa boleh membawa tas (barang bawaan) saya ke dalam, sedangkan ketika di Indonesia saya harus menitipkan itu semua. Ternyata lagi-lagi saya tidak perlu menitipkan barang apapun di pintu masuk, karena memang toh tidak ada pelanggaran sebelumnya yang menyebabkan aturan itu dibuat. Jadi, sebenarnya peraturan yang ada itu adalah untuk mengantisipasi kesalahan sebelumnya.

Peraturan itu berlaku tidak padang bulu, termasuk kepada orang yang tidak bersalah. Yang disayangkan adalah, orang yang tidak bersalah jadi ikut “kerepotan” terhadap peraturan yang ada, padahal yang berbuat kesalahan adalah orang lain tapi kita menanggung akibatnya. Jadi, bisakah kita mengatakan kita bebas melakukan apapun? Toh yang berdosa adalah yang melakukan. Tidak bisa! Karena yang terkena imbasnya adalah lingkungan di sekitar kita.

Jadi, jangan “berbangga” dulu jika dalam suatu sistem memiliki banyak peraturan, bisa jadi dalam sistem tersebut telah banyak terjadi kesalahan sebelumnya. Jangan “berbangga” dulu jika Indonesia ini dikungkung oleh banyak peraturan, bisa jadi banyak kesalahan (sebelumnya) yang terjadi dalam sistem pemerintahannya. Peraturan dibuat bukan untuk dilanggar, tapi justru karena tercipta dari kesalahan-kesalahan sebelumnya.

Iklan