Penyerang Italia, Mario Balotelli mengecam rasisme di Polandia dan Ukraina yang mendapat sorotan menjelang putaran final Euro 2012. Pemain Manchester City itu mengancam akan meninggalkan pertandingan jika mengalami kekerasan rasial selama Euro 2012.
Menjelang putaran final Euro 2012 di Polandia dan Ukraina, isu rasisme di kedua eks negara komunis itu mendapat sorotan khusus. Pemerintah Inggris telah mengeluarkan peringatan bagi warga negaranya untuk tidak bepergian ke Polandia dan Ukraina menyusul adanya rencana serangan dari kelompok neo-Nazi kepada turis-turis Inggris. Sejumlah keluarga pemain tim Inggris yang berkulit hitam seperti Joleon Lescott, Theo Walcott, serta Alex Oxlade-Chamberlain tidak akan mendukung mereka secara langsung karena khawatir dengan isu rasisme di Polandia dan Ukraina.
Masyarakat Polandia dan Ukraina tidak bisa dipungkiri lagi hingga saat ini kerap melakukan tindakan-tindakan yang melecehkan warna kulit atau garis keturunan seseorang. Di liga Polandia, para suporter bahkan kerap menyanyikan lagu-lagu anti-Semit ketika suatu pertandingan bergulir dan meneriakkan seruan seperti, “pergilah ke ruang gas”. Sikap-sikap merendahkan seperti itu kerap muncul ketika ada seorang pemain keturunan Yahudi bermain.
Pemain-pemain berkulit hitam di Liga Polandia pun kerap mengalami pelecehan. Bulan lalu, dalam sebuah pertandingan Liga Primer Polandia, dua pemain berkulit hitam klub Lechia Gdansk dilempari pisang oleh penonton. Ukraina pun setali tiga uang.
Mario Balotelli pun ikut angkat suara mengenai isu rasisme di Polandia dan Ukraina sebab pemuda 21 tahun itu berdarah Ghana dan berkulit hitam. Balotelli mengecam isu bahwa pemain berkulit hitam di Euro 2012 akan menjadi sasaran rasisme.
“Saya tidak akan menerima rasisme. Tidak bisa diterima. Jika seseorang melempar pisang kepada saya di jalan, saya akan masuk penjara, karena saya akan membunuh mereka,” tegas Balotelli seperti dikutip oleh Daily Mail.
Pernyataan Balotelli beralasan. Pasalnya, Balotelli kerap menjadi korban kekerasan rasial, terakhir ketika bersama Manchester City bertandang ke kandang FC Porto, Februari lalu.
Ketika masih bermain untuk Inter Milan, Balotelli pernah menjadi korban pelecehan rasial oleh pendukung Juventus dan AS Roma pada 2009. Juni 2009, Balotelli pernah dilempar pisang ketika berkunjung ke sebuah bar di Roma bersama beberapa rekan tim nasional Italia U-21.
“Beruntung ketika itu polisi segera dating, karena, saya bersumpah, saya akan memukuli mereka. Saya benar-benar akan menghancurkan mereka. Saya berharap hal seperti itu tidak akan pernah terjadi lagi,” ungkap Balotelli.
“Lihat saja apa yang terjadi di Euro nanti. Saya berharap dapat berlalu tanpa masalah. Saya benar-benar tidak bisa menerimanya,” tambah eks Inter Milan itu.